You are power on my weakness
You are shoulder for my tears
You are a cage to come and back
You are my flooding tears
You are my big problems
You are my sweetest cake
You are my medicine
You are demon inside my angel
You are rainbow in my blue sky
You are the sharpest knife
You are the hardest stone
We are shoes, I'm standing behind you, you standing in front of me
We are spoon and fork
I'm your naughty lil girl and you my father
I'm your annoying sister and you my big brother
I'm your fan and you my role model
We are complete, we are one!
Happy 1st Wedding Anniversary
Thank you for this happy life
For unstoppable laugh
For unconditional love
xoxo
Thursday, April 23, 2015
Rainbow after the storm
Suara yang bergetar,
Tulang yang meremuk,
Nafas yang terengah,
Tubuh yang melemah,
Perlahan seperti membunuhku
Ruangan yang sempit seolah berputar, mengelilingiku, terus mengitariku
Peralatan bedah seolah beterbangan
Seakan semua marah dan mencoba menusukku
Manusia-manusia yang seketika terlihat menyeramkan
Bertanduk dan hendak membunuhku
Semua berputar, menyatu jadi satu
Aku berteriak seakan meminta tolong
Namun suara ini tak kunjung terdengar
Semua sibuk menyiksaku, semua hendak membunuhku
Aku mengerang, aku merintih, aku terus bergerak berusaha melepaskan diri dari tambang yang begitu besar melilit tubuhku
Aku menjerit, aku berteriak, ku pejamkan mata dan semakin keras berteriak
Seketika gelap mataku, hilang kesadaranku
Perlahan ku dengar sayu suara adzan, ku buka mataku perlahan
Kurasa sesuatu menimpa tubuhku
Terus ku paksa ku buka mataku
Ternyata sesosok malaikat kecil berada tepat di dadaku
Ia tersenyum memelukku
Jarinya yang lembut sesekali mengusap kulitku
Ku gerakan jemari tanganku, ku peluk ia, ku cium dia
Menetes air mataku
Terima kasih tuhan, kau kirimkan ia menjadi pelengkap hidupku.
Charisa Qatrunnada Ramdani
3000 gram 49 cm
Rabu, Desember 10, 2014 - 03.00
RSB Permata Sarana Husada
Tulang yang meremuk,
Nafas yang terengah,
Tubuh yang melemah,
Perlahan seperti membunuhku
Ruangan yang sempit seolah berputar, mengelilingiku, terus mengitariku
Peralatan bedah seolah beterbangan
Seakan semua marah dan mencoba menusukku
Manusia-manusia yang seketika terlihat menyeramkan
Bertanduk dan hendak membunuhku
Semua berputar, menyatu jadi satu
Aku berteriak seakan meminta tolong
Namun suara ini tak kunjung terdengar
Semua sibuk menyiksaku, semua hendak membunuhku
Aku mengerang, aku merintih, aku terus bergerak berusaha melepaskan diri dari tambang yang begitu besar melilit tubuhku
Aku menjerit, aku berteriak, ku pejamkan mata dan semakin keras berteriak
Seketika gelap mataku, hilang kesadaranku
Perlahan ku dengar sayu suara adzan, ku buka mataku perlahan
Kurasa sesuatu menimpa tubuhku
Terus ku paksa ku buka mataku
Ternyata sesosok malaikat kecil berada tepat di dadaku
Ia tersenyum memelukku
Jarinya yang lembut sesekali mengusap kulitku
Ku gerakan jemari tanganku, ku peluk ia, ku cium dia
Menetes air mataku
Terima kasih tuhan, kau kirimkan ia menjadi pelengkap hidupku.
Charisa Qatrunnada Ramdani
3000 gram 49 cm
Rabu, Desember 10, 2014 - 03.00
RSB Permata Sarana Husada
Now I know how it feels mom...
10 Desember 2014
Charisa namanya, diambil dari perpaduan nama ayah bundanya Chaeru & Anissa.
Qatrunnada, yang diambil dari bahasa arab yang berarti "embun dipagi hari" karena kebetulan ia lahir dikala pagi sebelum subuh tiba.
Ramdani, nama keluarga yang insha allah akan digunakan oleh adik-adiknya juga kelak.
Bayi mungil dengan berat 3000 gram dan panjan 49 cm ini lahir di RSB Permata Sarana Husada Pamulang, ketika itu aku sama sekali tidak tau akan tanda2 lahirnya anak ini, aku datang untuk kontrol kandungan sebagaimana biasa, karena dokter yang biasa menanganiku dengan begitu yakin aku akan melahirkan 2 minggu lagi dari sekarang.
Saat itu aku diantar adik iparku yang kebetulan hanya dia yang ada dirumah. Baru masuk ruang dokter untuk diperiksa, sang dokter langsung bilang "langsung masuk ICU aja". walau agak heran kenapa ngga diperiksa dulu, kenapa ko bisa maju begitu jauh 2 minggu lamanya, tapi aku kalahkan dengan yakin "mungkin ini hitungan allah" hitungan manusia masih sangat mungkin meleset.
Lalu tanggal 9 Desember 11.00 siang aku masuk ruang ICU dan ternyata aku sudah masuk pembukaan 1, langsung aku minta adikku menelepon suamiku dan orang tua serta keluargaku. Pertama suamiku, ia datang begitu cepat. Saat dia datang keadaanku sudah menjelang pembukaan 2, lalu aku dipindahkan ke ruang VIP disitu waktu terasa sangat lamaaaa sekali. Dari pukul 2 siang sampai pukul 7 malam pembukaanku tak kunjung bertambah hanya sakit, mulas yang luar biasa yang aku rasakan.
Jam 8 malam suster baru memastikan pembukaanku baru sampai diangka 3, rasanya sudah ingin mati saja, sakitnya tidak bisa digambarkan. Lagi2 pembukaan 3 itu memakan waktu yang sangat lama, aku hanya bisa menangis dan menahan sakit, sementara suamiku mundar mandir mengurus kebutuhanku, aku sudah tidak memikirkan siapa saja orang yang datang menjenguk, aku sudah tidak peduli. Satu yang aku rasakan, lemas ketika suamiku membacakan aku doa (entah apa) sambil membasuh air (yang seperti minyak) ke seluruh tubuhku "amalan dari ayah" katanya.
Jam 11 malam mereka bilang aku sudah langsung pembukaan 6, lalu aku dipindahkan ke ruang bersalin, disitu baru aku merasakan sakit yang luar biasa, saat itu suamiku mungkin sudah terlampau lelah, yang aku tau ia tidur disebelahku sementara aku masih terus menangis kesakitan.
Waktu menunjukan pukul 01.45 dini hari dan aku sudah memasuki pembukaan 7, dan dokter tak kunjung datang untuk memeriksa, aku memastikan ke dua suster yang sejak siang memeriksaku "Sus, kapan dokternya datang, saya udah ngga kuat" suster cuma bilang sebentar lagi sambil aku melihatnya bulak balik menelepon dokter yang tak kunjung datang.
Hingga hampir pukul 03.00 dini hari aku sudah memasuki pembukaan 9 aku sudah merasa tak kuat lagi menahan rasa sakit seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari perutku, sampai aku tak sadar marah2 ke suster "kalo dokternya ngga bisa dateng yaudah ngga usah ditungguin saya udah ngga kuat" akhirnya si suster memutuskan untuk memulai persalinan saya (dengan dugaan saya yang benar dokternya tidak bisa datang -___-')
Kurang lebih 30 menit proses paling menyakitkan dalam hidup saya, saat itu nafas terasa sudah setengah lagi, antara pasrah dan memaksakan harus kuat, bayangkan 15 jam diantara kesakitan dan nyeri yang luar biasa, aku cuma bisa terus mendorong, mendorong dan seketika suster teriak "pa sini pa nih rambutnya udah keliatan, bu ayo ibu cantik, bisa sedikit lagi nafas terus dorong ya" tiba2 saya merasa benda tajam merobek bagian intim saya dan seperti sesuatu yang BESAR sekali keluar dari perut saya.
Suara tangisanpun terdengar "eaaa" saat itu juga saya seperti kehabisan nafas, dan enrtah bagaimana kematian terasa sangat dekat *maaf lebay tapi bener*
Lalu seorang bayi mungil diletakan diatas dadaku, kecil, lunak, lengket, bau amis, bergerak2 diatas dadaku, ingin rasanya aku menangis, haru bahagia seketika menghilangkan rasa sakitku,sementara bayi itu terus bergerak diatas tubuhku, 2 orang suster sibuk menjahit organ intimku yang disobeknya, rasa sakitnya sudah tidak begitu terasa, kalah oleh perasaan bahagia yang begitu mendalam.
Anak mungil ini, yang 9 bulan berputar didalam rahimku, yang sering kali menendang2 perutku, yang kadang membuatku sakit, mual, mudah emosi, sensitif, sering lapar, sering lelah, dan perasaan-perasaan lainnya yang tidak bisa aku gambarkan, akhirnya keluar dari rahimku. Ternyata begini bentuknya, begitu lucu, begitu putih, cantik, lucu. Bahagia hati menatapnya, lupa segala rasa sakit.
Terima kasih ya Allah, terima kasih atas amanah yang begitu indah, akan aku jaga semampu dan sebisaku, sekuat tenagaku, sepenuh jiwaku. Hingga engkau mengambilku, hingga engkau mengambilnya, akan selalu aku berikan ia yang terbaik.
Alhamdulillah :)
Charisa namanya, diambil dari perpaduan nama ayah bundanya Chaeru & Anissa.
Qatrunnada, yang diambil dari bahasa arab yang berarti "embun dipagi hari" karena kebetulan ia lahir dikala pagi sebelum subuh tiba.
Ramdani, nama keluarga yang insha allah akan digunakan oleh adik-adiknya juga kelak.
Bayi mungil dengan berat 3000 gram dan panjan 49 cm ini lahir di RSB Permata Sarana Husada Pamulang, ketika itu aku sama sekali tidak tau akan tanda2 lahirnya anak ini, aku datang untuk kontrol kandungan sebagaimana biasa, karena dokter yang biasa menanganiku dengan begitu yakin aku akan melahirkan 2 minggu lagi dari sekarang.
Saat itu aku diantar adik iparku yang kebetulan hanya dia yang ada dirumah. Baru masuk ruang dokter untuk diperiksa, sang dokter langsung bilang "langsung masuk ICU aja". walau agak heran kenapa ngga diperiksa dulu, kenapa ko bisa maju begitu jauh 2 minggu lamanya, tapi aku kalahkan dengan yakin "mungkin ini hitungan allah" hitungan manusia masih sangat mungkin meleset.
Lalu tanggal 9 Desember 11.00 siang aku masuk ruang ICU dan ternyata aku sudah masuk pembukaan 1, langsung aku minta adikku menelepon suamiku dan orang tua serta keluargaku. Pertama suamiku, ia datang begitu cepat. Saat dia datang keadaanku sudah menjelang pembukaan 2, lalu aku dipindahkan ke ruang VIP disitu waktu terasa sangat lamaaaa sekali. Dari pukul 2 siang sampai pukul 7 malam pembukaanku tak kunjung bertambah hanya sakit, mulas yang luar biasa yang aku rasakan.
Jam 8 malam suster baru memastikan pembukaanku baru sampai diangka 3, rasanya sudah ingin mati saja, sakitnya tidak bisa digambarkan. Lagi2 pembukaan 3 itu memakan waktu yang sangat lama, aku hanya bisa menangis dan menahan sakit, sementara suamiku mundar mandir mengurus kebutuhanku, aku sudah tidak memikirkan siapa saja orang yang datang menjenguk, aku sudah tidak peduli. Satu yang aku rasakan, lemas ketika suamiku membacakan aku doa (entah apa) sambil membasuh air (yang seperti minyak) ke seluruh tubuhku "amalan dari ayah" katanya.
Jam 11 malam mereka bilang aku sudah langsung pembukaan 6, lalu aku dipindahkan ke ruang bersalin, disitu baru aku merasakan sakit yang luar biasa, saat itu suamiku mungkin sudah terlampau lelah, yang aku tau ia tidur disebelahku sementara aku masih terus menangis kesakitan.
Waktu menunjukan pukul 01.45 dini hari dan aku sudah memasuki pembukaan 7, dan dokter tak kunjung datang untuk memeriksa, aku memastikan ke dua suster yang sejak siang memeriksaku "Sus, kapan dokternya datang, saya udah ngga kuat" suster cuma bilang sebentar lagi sambil aku melihatnya bulak balik menelepon dokter yang tak kunjung datang.
Hingga hampir pukul 03.00 dini hari aku sudah memasuki pembukaan 9 aku sudah merasa tak kuat lagi menahan rasa sakit seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari perutku, sampai aku tak sadar marah2 ke suster "kalo dokternya ngga bisa dateng yaudah ngga usah ditungguin saya udah ngga kuat" akhirnya si suster memutuskan untuk memulai persalinan saya (dengan dugaan saya yang benar dokternya tidak bisa datang -___-')
Kurang lebih 30 menit proses paling menyakitkan dalam hidup saya, saat itu nafas terasa sudah setengah lagi, antara pasrah dan memaksakan harus kuat, bayangkan 15 jam diantara kesakitan dan nyeri yang luar biasa, aku cuma bisa terus mendorong, mendorong dan seketika suster teriak "pa sini pa nih rambutnya udah keliatan, bu ayo ibu cantik, bisa sedikit lagi nafas terus dorong ya" tiba2 saya merasa benda tajam merobek bagian intim saya dan seperti sesuatu yang BESAR sekali keluar dari perut saya.
Suara tangisanpun terdengar "eaaa" saat itu juga saya seperti kehabisan nafas, dan enrtah bagaimana kematian terasa sangat dekat *maaf lebay tapi bener*
Lalu seorang bayi mungil diletakan diatas dadaku, kecil, lunak, lengket, bau amis, bergerak2 diatas dadaku, ingin rasanya aku menangis, haru bahagia seketika menghilangkan rasa sakitku,sementara bayi itu terus bergerak diatas tubuhku, 2 orang suster sibuk menjahit organ intimku yang disobeknya, rasa sakitnya sudah tidak begitu terasa, kalah oleh perasaan bahagia yang begitu mendalam.
Anak mungil ini, yang 9 bulan berputar didalam rahimku, yang sering kali menendang2 perutku, yang kadang membuatku sakit, mual, mudah emosi, sensitif, sering lapar, sering lelah, dan perasaan-perasaan lainnya yang tidak bisa aku gambarkan, akhirnya keluar dari rahimku. Ternyata begini bentuknya, begitu lucu, begitu putih, cantik, lucu. Bahagia hati menatapnya, lupa segala rasa sakit.
Terima kasih ya Allah, terima kasih atas amanah yang begitu indah, akan aku jaga semampu dan sebisaku, sekuat tenagaku, sepenuh jiwaku. Hingga engkau mengambilku, hingga engkau mengambilnya, akan selalu aku berikan ia yang terbaik.
Alhamdulillah :)
Wednesday, April 22, 2015
Mereka bilang "Tradisi"
Empat Bulan,
Nujuh Bulan,
Siraman, saweran, salam-salaman
Atau apalah sebutannya,Bukan keharusan, kewajiban pada Tuhan,
Tapi ini, aku disini melaksanakan kewajiban
Kewajiban seorang anak melanjutkan tradisi turunan
Yang katanya agar terus dapat dilestarikan
Friday, September 12, 2014
Officially turn 25
Belakangan ini selalu latepost (kalo kata orang-orang)
Iya bulan lalu tepatnya 19 Agustus 2014 I'm officially turn 25, yep seperempat abad sudah hidup, semoga sisanya masih banyak yah *tiba2 takut*
Tahun ini begitu banyak hal terjadi, begitu banyak banget moment bersejarah, moment bahagia yang mungkin hanya akan terjadi seumur hidup sekali. Bagaimana ngga,
Thank God for every lil blessing you gave, thanks for the wonderful things in life.
Iya bulan lalu tepatnya 19 Agustus 2014 I'm officially turn 25, yep seperempat abad sudah hidup, semoga sisanya masih banyak yah *tiba2 takut*
Tahun ini begitu banyak hal terjadi, begitu banyak banget moment bersejarah, moment bahagia yang mungkin hanya akan terjadi seumur hidup sekali. Bagaimana ngga,
- Awal usia 24 gw diketemuin sama laki-laki yang jadi jadi pacar terakhir selama hidup gw
- Ditahun ini juga gw merangkai begitu banyak rencana indah yang alhamdulillah semuanya berjalan denganyang gw harapkan
- Dari segi pekerjaan, awal tahun ini gw melangkah ke sebuah posisi dimana gw bisa mendapatkan kehidupan gw jauh lebih baik dari pada tahun sebelumnya, dapet bos baru, pekerjaan yang juga pasti agak sedikit baru, dan rejeki yang baru juga.
- Hmm percintaan, seperti yang udah dijelasin diawal gw dipertemukan dengan orang yang Allah kirim buat menemani hari-hari gw yang hampir ga keurus ini :p terlalu asik mengutamakan pekerjaan sempet membuat gw hampir lupa kalau gw perempuan yang ngga bisa menyia-nyiakan waktu. Karena sampe kapanpun dan biar bagaimanapun seorang perempuan tetap akan butuh pendamping.
- Masih dari sudut percintaan juga lagi-lagi alhamdulillah semuanya ngga cuma berjalan tanpa tujuan, gw sukses merancang rencana yang semua perempuan idam-idamkan dalam hidupnya. Mulai dari hubungan yang lebih serius, rencana pernikahan, pertemuan keluarga, prewedding, engagement, sampe pernikahan yang bener-bener sesuai dengan konsep yang gw mau. semua tercapai di tahun ini
- Cerita perjalanan, di tahun ke 24-25 ini juga ada beberapa perjalanan yang super duper berkesan, gimana ngga, walaupun bukan pertama atau kedua kalinya ke Jepang, tapi ini pengalaman pertama gw bisa menjelajah kota kyoto, osaka & nara di awal tahun 2014, pengalaman pertama kali bisa main-main sama salju, bisa dapet ilmu dan pengetahuan yang baru. Tahun ini juga pertama kalinya gw bisa singgah ke rumah Allah, makkah & madinah, ini the most unforgettable moment dalam hidup kayanya, sekian tahun ngimpi2 bisa dateng ke tempat ini akhirnya diijabah juga bisa pergi kesana, dan yang bikin lengkap adalah kepergian bareng laki-laki yang udah jadi mahrom cukup menyempurnakan ibadah gw.
- Kehidupan, namanya rumah tangga baru, dunia baru, pengalaman baru, begitu banyak hal yang gw pelajari dari itu semua. Udah bukan single lagi, udah punya tanggungan suami yang harus diurusin jiwa & raganya, dunia & akhiratnya. Indahnya paitnya rumah tangga baru bener-bener ngasih gw pengalaman tak ternilai dalam hidup.
- Dikasih anugerah terindah dari kehamilan ini, dikasih amanah paling sulit, paling beresiko, paling berpahala yang Allah janjikan sesuai dengan firmannya.
Thank God for every lil blessing you gave, thanks for the wonderful things in life.
Thursday, September 4, 2014
Thank god I'm pregnant
Never imagine to have you as soon as this.
You are like a sparkling star on the dark night.
You are like a rainbow after the rain.
You are the only one that everybody waits after marriage.
Once again I never predict that God give me another beautiful shocking surprise.
You’re our prayer every day, we are waiting for you.
Many people wish you to come, make me tired to answer that
you’ll never come if God not send you.
But here you are! Coming on the very right time, when our families
miss a sound of baby’s cry.
Here you are! Make all peoples around you smile.
They have a lot of plan that you and me never know.
Now you grow up, 5months already. And we can’t wait to see
you.
We will face the world together, we’ll built our warmest
home ever.
I will treat you as my queen/my king forever. Nothing compares.
This pain is only a small thing if I know I will have an irreplaceable
thing in life.
Morning sick, heartburn, bone breaking, breathless,
nightmare, and all of pains that I feel is nothing compare you. I love you to
the moon and back. I love you to the world and hereafter.
Always be a good one sweety. You are my sunshine.
Yes he is
Yes he is,
My high school friend, close enough, know each other (much or less).
Our friendship is about 10 years, I know him, he knows me. Much more than anyone else.
He ever shot me, (if I'm not mistaken) when he broke up with his girl friend, but I reject it.
Never thought even a second to be his. Never.
I know his lifestyle it was so different and contradict with me. Once again, never thought to be his.
I don't know how to begin. Its so fast and go with the flow. Nobody can predict even my own self. we just met up again on 2013 May (as a friend). we play as before, we talk about our past and present, never talk bout future.
Day by day we are getting closer, we talk for something complex, we argue, and we quarrel so often. I feel something different with us. Ya its unusual, we never like this. Although we never declare our relationship but sense of belonging is here. I just realized why I have to be mad if he doesn't want to do what I'm asking for. It feels so strange.
July 2013, we start to talk bout our future, don't be shock if it comes so soon. Suddenly we have a same purpose in life so we arrange plan (once again everything flows). August 2013 our family met up, only to introduce each other and chit chat something simple. November 2013 we take our prewed photo session it means our plan is 25% done. And January 2014 we get engagement. >>..<<
Nothing special I can share, not because I wont to. But ya this is our journey. you may believe it or not. But I'm so happy, this is my first time, having a mate with a same mindset, no need to adapt very long time and in the end only become a story. Mainstream. (curhat)
And this is the day 15 March 2014
We getting married.
I free my body and soul to God, I believe him.
I know he knows whos the best for me.
I call it destiny. many peoples have very very long time relationship but what? The end with scars or only hurt story. Ya its destiny.
Hope this short journey will be a beginning of endless and very happy sweet romantic story :)
My high school friend, close enough, know each other (much or less).
Our friendship is about 10 years, I know him, he knows me. Much more than anyone else.
He ever shot me, (if I'm not mistaken) when he broke up with his girl friend, but I reject it.
Never thought even a second to be his. Never.
I know his lifestyle it was so different and contradict with me. Once again, never thought to be his.
I don't know how to begin. Its so fast and go with the flow. Nobody can predict even my own self. we just met up again on 2013 May (as a friend). we play as before, we talk about our past and present, never talk bout future.
Day by day we are getting closer, we talk for something complex, we argue, and we quarrel so often. I feel something different with us. Ya its unusual, we never like this. Although we never declare our relationship but sense of belonging is here. I just realized why I have to be mad if he doesn't want to do what I'm asking for. It feels so strange.
July 2013, we start to talk bout our future, don't be shock if it comes so soon. Suddenly we have a same purpose in life so we arrange plan (once again everything flows). August 2013 our family met up, only to introduce each other and chit chat something simple. November 2013 we take our prewed photo session it means our plan is 25% done. And January 2014 we get engagement. >>..<<
Nothing special I can share, not because I wont to. But ya this is our journey. you may believe it or not. But I'm so happy, this is my first time, having a mate with a same mindset, no need to adapt very long time and in the end only become a story. Mainstream. (curhat)
And this is the day 15 March 2014
We getting married.
I free my body and soul to God, I believe him.
I know he knows whos the best for me.
I call it destiny. many peoples have very very long time relationship but what? The end with scars or only hurt story. Ya its destiny.
Hope this short journey will be a beginning of endless and very happy sweet romantic story :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
You can buy everything but can you buy happiness? -Deddy Corbuzier
Apologizing doesn't mean you're right or wrong, it just means you value your relationship more than your ego. -Kami Garcia ♥ ♥
praying can make you stop doing wrong, or doing wrong can stop you from praying, Choose!!! -Revrunwisdom

