Tulang yang meremuk,
Nafas yang terengah,
Tubuh yang melemah,
Perlahan seperti membunuhku
Ruangan yang sempit seolah berputar, mengelilingiku, terus mengitariku
Peralatan bedah seolah beterbangan
Seakan semua marah dan mencoba menusukku
Manusia-manusia yang seketika terlihat menyeramkan
Bertanduk dan hendak membunuhku
Semua berputar, menyatu jadi satu
Aku berteriak seakan meminta tolong
Namun suara ini tak kunjung terdengar
Semua sibuk menyiksaku, semua hendak membunuhku
Aku mengerang, aku merintih, aku terus bergerak berusaha melepaskan diri dari tambang yang begitu besar melilit tubuhku
Aku menjerit, aku berteriak, ku pejamkan mata dan semakin keras berteriak
Seketika gelap mataku, hilang kesadaranku
Perlahan ku dengar sayu suara adzan, ku buka mataku perlahan
Kurasa sesuatu menimpa tubuhku
Terus ku paksa ku buka mataku
Ternyata sesosok malaikat kecil berada tepat di dadaku
Ia tersenyum memelukku
Jarinya yang lembut sesekali mengusap kulitku
Ku gerakan jemari tanganku, ku peluk ia, ku cium dia
Menetes air mataku
Terima kasih tuhan, kau kirimkan ia menjadi pelengkap hidupku.
Charisa Qatrunnada Ramdani
3000 gram 49 cm
Rabu, Desember 10, 2014 - 03.00
RSB Permata Sarana Husada
No comments:
Post a Comment