Bukan karena Idul Fitri tahun ini akan bertepatan dengan hari ulang tahunku, tapi karena seberapa merugi aku ketika tidak mendapatkan hubungan terbaik dengan penciptaku. Tahun ini aku tidak dipertemukan dengan pembuka ramadhan, dikala semua orang menyambutnya dengan riang, bahagia, penuh berkah, sementara aku melewatkannya begitu saja. Karena rutinitas wanita aku tidak bisa tarawih, tidak sahur juga tidak puasa. Tidak ada keindahan yang dapat aku rasakan. Sedih memang..
Namun ketika kesempatan sudah datang, mengijinkanku ikut mencicipi betapa indah dan syahdunya ramadhan, ketika itu juga kesibukanku menarikku, menaruh jarak yang cukup renggang sementara aku ingin lebih dekat. Sayang, ketika dibulan yang menganjurkan kita untuk dapat berbuat lebih, namun aku tak bisa. Aku tidak ingin menyalahkan pekerjaanku karena ia juga prioritasku, tapi ketika aku tau ia membuatku cukup tidak adil sementara diluar bulan ini segala waktu sudah aku curahkan padanya. Aku benci!
Kini habis sudah waktuku untuknya, aku berharap di sisa waktu yang tinggal beberapa hari menuju hari kemenangan ini aku bisa menebus segala ketertinggalanku yang sudah sangat jauh dari targetku. Tapi apa, lagi-lagi rutinitas itu datang diwaktu yang sangat tidak aku harapkan, bodohnya itu membuatku sempat berburuk sangka, apa Allah tidak sayang, atau Allah memang tidak ingin dekat, atau mungkin aku yang tidak layak dekat?!?
Aku hanya bisa menyesali, melihat kebelakang dengan waktu yang jelas tidak dapat diulang.
Selamat tinggal Ramadhan, maaf aku belum bisa menggapaimu erat, katakanlah aku adalah orang yang merugi. Melewatkan waktu terpenting yang belum tentu aku dapatkan lagi. Semoga Allah beri aku kesempatan di tahun depan. Sungguh aku ingin menang.
رَغِمَ
أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ
رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ
لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ
يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ.
“Merugilah orang yang namaku disebut disisinya lalu ia tidak
membaca shalawat kepadaku, merugilah orang yang memasuki Ramadhan,
kemudian Ramadhan pergi sementara dosa-dosanya belum terampuni, dan
merugilah orang yang kedua orangtuanya berumur tua di sisinya, lalu
keduanya tidak menyebabkannya masuk surga.” (HR. Tirmidzi; hadits hasan-shahih)