10 Desember 2014
Charisa namanya, diambil dari perpaduan nama ayah bundanya Chaeru &
Anissa.
Qatrunnada, yang diambil dari bahasa arab yang berarti "embun dipagi
hari" karena kebetulan ia lahir dikala pagi sebelum subuh tiba.
Ramdani, nama keluarga yang insha allah akan digunakan oleh adik-adiknya
juga kelak.
Bayi mungil dengan berat 3000 gram dan panjan 49 cm ini lahir di RSB Permata
Sarana Husada Pamulang, ketika itu aku sama sekali tidak tau akan tanda2
lahirnya anak ini, aku datang untuk kontrol kandungan sebagaimana biasa, karena
dokter yang biasa menanganiku dengan begitu yakin aku akan melahirkan 2 minggu
lagi dari sekarang.
Saat itu aku diantar adik iparku yang kebetulan hanya dia yang ada dirumah.
Baru masuk ruang dokter untuk diperiksa, sang dokter langsung bilang
"langsung masuk ICU aja". walau agak heran kenapa ngga diperiksa
dulu, kenapa ko bisa maju begitu jauh 2 minggu lamanya, tapi aku kalahkan
dengan yakin "mungkin ini hitungan allah" hitungan manusia masih
sangat mungkin meleset.
Lalu tanggal 9 Desember 11.00 siang aku masuk ruang ICU dan ternyata aku
sudah masuk pembukaan 1, langsung aku minta adikku menelepon suamiku dan orang
tua serta keluargaku. Pertama suamiku, ia datang begitu cepat. Saat dia datang
keadaanku sudah menjelang pembukaan 2, lalu aku dipindahkan ke ruang VIP disitu
waktu terasa sangat lamaaaa sekali. Dari pukul 2 siang sampai pukul 7 malam
pembukaanku tak kunjung bertambah hanya sakit, mulas yang luar biasa yang aku
rasakan.
Jam 8 malam suster baru memastikan pembukaanku baru sampai diangka 3,
rasanya sudah ingin mati saja, sakitnya tidak bisa digambarkan. Lagi2 pembukaan
3 itu memakan waktu yang sangat lama, aku hanya bisa menangis dan menahan
sakit, sementara suamiku mundar mandir mengurus kebutuhanku, aku sudah tidak
memikirkan siapa saja orang yang datang menjenguk, aku sudah tidak peduli. Satu
yang aku rasakan, lemas ketika suamiku membacakan aku doa (entah apa) sambil
membasuh air (yang seperti minyak) ke seluruh tubuhku "amalan dari
ayah" katanya.
Jam 11 malam mereka bilang aku sudah langsung pembukaan 6, lalu aku
dipindahkan ke ruang bersalin, disitu baru aku merasakan sakit yang luar biasa,
saat itu suamiku mungkin sudah terlampau lelah, yang aku tau ia tidur
disebelahku sementara aku masih terus menangis kesakitan.
Waktu menunjukan pukul 01.45 dini hari dan aku sudah memasuki pembukaan 7,
dan dokter tak kunjung datang untuk memeriksa, aku memastikan ke dua suster
yang sejak siang memeriksaku "Sus, kapan dokternya datang, saya udah ngga
kuat" suster cuma bilang sebentar lagi sambil aku melihatnya bulak balik
menelepon dokter yang tak kunjung datang.
Hingga hampir pukul 03.00 dini hari aku sudah memasuki pembukaan 9 aku sudah
merasa tak kuat lagi menahan rasa sakit seperti ada sesuatu yang ingin keluar
dari perutku, sampai aku tak sadar marah2 ke suster "kalo dokternya ngga
bisa dateng yaudah ngga usah ditungguin saya udah ngga kuat" akhirnya si
suster memutuskan untuk memulai persalinan saya (dengan dugaan saya yang benar
dokternya tidak bisa datang -___-')
Kurang lebih 30 menit proses paling menyakitkan dalam hidup saya, saat itu
nafas terasa sudah setengah lagi, antara pasrah dan memaksakan harus kuat,
bayangkan 15 jam diantara kesakitan dan nyeri yang luar biasa, aku cuma bisa
terus mendorong, mendorong dan seketika suster teriak "pa sini pa nih
rambutnya udah keliatan, bu ayo ibu cantik, bisa sedikit lagi nafas terus
dorong ya" tiba2 saya merasa benda tajam merobek bagian intim saya dan
seperti sesuatu yang BESAR sekali keluar dari perut saya.
Suara tangisanpun terdengar "eaaa" saat itu juga saya seperti
kehabisan nafas, dan enrtah bagaimana kematian terasa sangat dekat *maaf lebay
tapi bener*
Lalu seorang bayi mungil diletakan diatas dadaku, kecil, lunak, lengket, bau
amis, bergerak2 diatas dadaku, ingin rasanya aku menangis, haru bahagia
seketika menghilangkan rasa sakitku,sementara bayi itu terus bergerak diatas
tubuhku, 2 orang suster sibuk menjahit organ intimku yang disobeknya, rasa
sakitnya sudah tidak begitu terasa, kalah oleh perasaan bahagia yang begitu
mendalam.
Anak mungil ini, yang 9 bulan berputar didalam rahimku, yang sering kali
menendang2 perutku, yang kadang membuatku sakit, mual, mudah emosi, sensitif,
sering lapar, sering lelah, dan perasaan-perasaan lainnya yang tidak bisa aku
gambarkan, akhirnya keluar dari rahimku. Ternyata begini bentuknya, begitu
lucu, begitu putih, cantik, lucu. Bahagia hati menatapnya, lupa segala rasa
sakit.
Terima kasih ya Allah, terima kasih atas amanah yang begitu indah, akan aku
jaga semampu dan sebisaku, sekuat tenagaku, sepenuh jiwaku. Hingga engkau
mengambilku, hingga engkau mengambilnya, akan selalu aku berikan ia yang
terbaik.
Alhamdulillah :)
No comments:
Post a Comment