Tuesday, May 15, 2012

SATURATE

SATURATE...

hmm let's flashback to 8 years ago, entah sampe sekarang gw ngga ngerti kenapa gw ngga pernah tau apa artinya SATURATE, kenapa harus ada nama SATURATE, siapa yang mempelopori, dan dari mana dapetnya. tapi anehnya gw juga ngga pernah (mau) cari tau jawabannya, bukan karena malas, bukan juga karena ngga peduli,
Yah karena buat gw bukan itu yang terpenting.

SATURATE...hmm i have my own definition about SATURATE diluar dari arti SATURATE yang dimaksud si pencetus itu.

Buat gw :

SATURATE tuh sekelompok / seonggok manusia mamalia yang agak kasat mata, unik, aneh, ajaib, luar biasa, gimana ngga, ada yang badannya gede kaya buntelan cucian kotor, ada yang jidatnya lebar bisa buat landasan pesawat sukhoi, ada yang item kaya pantat panci, ada yang unyu tapi kaya gembel, ada yang tingginya kaya tiang listrik (silahkan tebak sendiri kalian yang mana) :p

SATURATE tuh sekumpulan umat manusia yang 'awalnya' dari teman SMA tepatnya kelas 1.6 tapi seiring berjalannya waktu banyak juga sejawat yang ikut gabung jadi keluarga SATURATE, let's say Silvi, Moro, Jaki, Shaq, Kemal, Awan dan mungkin masih banyak yg lainnya yang ga bisa disebutin satu2..

SATURATE tuh has very great guys, seriously.. mungkin juga karena gw ngerasa anak bawang (a.k.a paling bungsu) dibanding mereka2 itu gw sering nganggep mereka kaya abang2 gw, that's why tiap ketemu mereka gw selalu cium tangan, honestly feel very safe and comfortable kalo udah jalan sama si lanang2 ini..

SATURATE juga bukan cuma sekedar sekumpulan orang, tapi buat gw mereka udah jadi keluarga, kalo diibaratin film2 china jaman dulu mungkin kita kaya kaya film sun go kong atau film yoko kali yah, ada kaka pertama, kaka kedua, kaka ketiga, adik bungsu dan sebagainya dan sebagainya..

SATURATE hmm apa lagi ya, oh yang jelas SATURATE adalah sesuatu yang udah ngisi hari2 gw selama 8 tahun kebelakang (eh bentar lagi 9 tahun kayanya), sempet kepikiran nanti kalo udah pada bener2 sibuk kerja, atau bahkan nikah masih bisa ngga ya kita tetep ngejaga keadaan persis kaya 8 tahun kebelakang..

SATURATE yang gw tau punya banyak banget hal yang ga bisa dilupain (kata-kata gw yang ini agak ga enak, sorry ngga nemu kata2 yang pas) maksud gw kita udah ngelewatin buanyyaakkk banget hal2 seru, nyenengin, nyebelin, ngebingungin, ya harus jujur semuanya emang ga seindah yang gw tulis disini (karena waktu nulis ini, keadaan hati gw lagi baik). Ga sekali dua kali gw juga pernah berantem sama makhluk2 itu, tapi emang dasar SATURATE, sekesel2nya segondok2nya seemosi2nya kalo udah ketemu ya udah melting lagi deh gw..

Aduh kalo dijabarin semua gw rasa ga bakal cukup sehari semalem buat gw nyeritain tentang SATURATE, yang jelas thank you guys for being a part of my life, you guys are the best, theres no body can change it, ILU <3








Friday, May 4, 2012

6 hari di Pelni

semoga tidak ada kelanjutannya, cukup ini jadi yang pertama dan terakhir.
dulu setiap ada perbincangan ringan dengan teman atau siapapun mengenai rumah sakit atau masuk rumah sakit aku selalu dengan rasa syukur mengatakan "alhamdulillah hingga detik ini nisa belum dan jangan sampe masuk rumah sakit" meski selalu aku bubuhkan kata alhamdulllah di depannya, namun tetap saja, kini kata-kata itu tidak berlaku lagi, tidak dapat digunakan lagi :(

ya 6 hari aku menghabiskan hari-hariku disana, jenuh, sakit, bosan, campur aduk rasanya, badan yang bagai tak bertulang lemas tak terkira, makanan yang luar biasa tidak enak, banyaknya obat yang harus aku minum secara bersamaan, suntik dan ambil darah sudah jadi makanan sehari-hari, tusuk sana tusuk sini, demi Tuhan itu sangat menyakitkan. Mungkin juga karena ini bukan hari pertama, bukan juga kedua, ini sudah menginjak tiga minggu, betul ini minggu ketiga aku sakit tipes setelah awal bulan april lalu 2 minggu aku juga terbaring lemah tak berdaya, hanya saja saat itu aku belum separah ini sehingga dirawat dirumah nampaknya masih memungkinkan.

hari pertama dan kedua aku dirawat sahabatku maisyah yang kebetulan mantan perawat di rumah sakit itu, bersyukur bukan main punya teman yang sangat mengerti mengenai kesehatan, obat-obatan, juga mengerti betul bagaimana menangani pasien, selama dua hari ia yang mengurusku, menangani obat-obatanku, makanku, hingga memandikanku, dalam hal ini dia punya asisten dadakan yang secara tidak sengaja juga beralih profesi menjadi suster selama seharian, ya dia putri yang juga sahabatku sejak kita SMA dulu. Selain itu ada mama yang setiap hari menjagaku, menginap dirumah sakit, meski agak khawatir dengan keadaan fisiknya yang setiap hari harus bulak balik rumah-rumah sakit namun aku percayakan semua padanya, yang melegakan adalah ia begitu siap sedia, membawa peralatan perangnya sejak hari pertama untuk beberapa hari kedepan menungguku di sana, karpet, kasur kecil, selimut, hingga bantal sehingga aku tidak terlalu khawatir jika ia berhari-hari harus tidur dibawah sementara aku tidur dikasur. papa yang meski setiap hari tetap bekerja, selama beberapa hari rutin datang disetiap waktu ia pulang kerja karena kebetulan posisi rumah sakit berada di antara rute kantor-rumah, tapi papa dia luar biasa, dia tiada duanya, karena tanpa dia mungkin aku tidak bisa keluar dari rumah sakit (paham lah yaa) :p
tante2, om, saudara, teman papa, teman kantor, teman kampus, teman sekolah, sampai ibu-ibu se RT mereka semua semangatku, dengan datang menjenguk, memberi sedikit banyak wejangan, hingga pulang dan mengatakan "lekas sembuh ya nissa" itu semua terasa seperti energi. Membuatku terasa lebih semangat. Doa kecil yang diucapnya satu, dua, lima, sepuluh, dua puluh, tiga puluh semakin banyak orang yang mengatakan itu, mustahil jika Allah tidak dengar, terbukti hingga aku menulis ini aku sudah bisa duduk, bisa jalan-jalan walau hanya seputaran rumah, bisa bulak balik ke kamar mandi sendiri, bisa makan sendiri (krn tdk diawasi yaa colek2 sambel dikit bisalah). genap sudah satu bulan (4 minggu) aku berada dalam ketidak berdayaanku. namun kini sekarang keadaanku sudah sangat membaik, walau belum 100% pulih. Begitu banyak janji yang aku ucapkan ketika aku sakit saat itu, ketakutanku akan sesuatu mengalahkan keyakinanku akan kebesaranNya, kini Dia telah mengabulkan doaku, meski semuanya bertahap, tinggal bagaimana aku melunasi semua janji-janjiku.
Dan kini aku yakin betul, segala suratan ini memang sengaja dituliskannya untuk menyentil seorang anak perempuan nakal yang sedang kufur nikmat, yang tidak sadar akan segala kebaikan dan keindahan yang telah diberikannya. yang sedang terbuai dengan segala kesibukan dunia.
Kini aku kembali Ya Allah, kembali mencoba masuk ke jalan setelah sekian lama berada diluar garis, kembali berusaha berjalan lurus setelah menjalani jalan yang berkelok. kembali mendekat setelah sekian lama jauh, aku kembali...
Terimakasih atas sayangMu yang begitu besar, aku kembali...

I hope it will be the first and the last


Friday, April 20, 2012

no title

http://frenceu.blogspot.com/2012/04/anissa-permatasari-rahardjo.html


http://desuslangit.blogspot.com/2011/11/anissa-permatasari.html

dua blog ini,
setiap kali membacanya
tak henti aku berkaca-kaca
walau bukan kesedihan dalam rangkaian kata
tetap saja dalam ku rasa

sesekali terkadang ku coba menerka
apa benar demikian aku adanya

ah tapi apapun maknanya
tidak pernah ada yang salah dari penilaian manusia

yang jelas ia lah mereka
mereka seperti nafas yang tak bisa lepas
mereka seperti darah yang mengalir deras
mereka bagian dari kisah yang tak dapat diulas

Semoga tali persaudaraan ini kan terus kuat terikat
semoga rasa ini tak pernah berhenti melekat
semoga waktu kan terus membawa kita semakin mendekat

Freni Trisniati Gantina

Khairizal Anwar

semoga tuhan selalu menjaga kalian
disetiap hembusan nafas dan keyakinan
semoga tuhan berikan jalan
dan segera kita dipertemukan

Sunday, April 15, 2012

Jangan tunggu diingatkan Allah

terkadang malu,
sebagai perempuan aku sering merasa kuat, merasa diri mampu, merasa fisik sekuat baja,
melakukan banyak hal sekaligus, menghajar setiap kesempatan pekerjaan yang mampir dan memberiku orientasi uang, sungguh egois aku kala itu
hampir tidak ada waktu luang, bahkan diakhir pekan,
bukan aku tidak sadar, bukan aku terhanyut, aku sadar betul akan hal itu
namun sulit bagiku untuk menolaknya, dalam benakku selama aku masih mampu kenapa aku harus melepasnya
sindiran telak sering kali menghempasku, dari temanku, dari saudaraku, bahkan dari orang tuaku sendiri.
bukan juga hal itu tidak menamparku, tapi aku tak tau, hal ini sudah mengikat ragaku
egois sering kali mengalahkan naluri perempuanku, hingga akhirnya Allah mengingatkanku hanya dengan sedikit saja peringatan.
di waktu sibuk ku, di waktu gentingku, bahkan di saat dimana aku harus melakukan hal yang sudah ku tunggu-tunggu selama beberapa minggu
bagi Allah tidaklah ada yang tidak mungkin, hanya dengan menjentikkan jari 'kun fayakun' maka hal kecil bagiNya untuk menjadikan sesuatu terjadi.
Disini aku diingatkan dimana kodratku, dimana kewajibanku sebagai anak, sebagai anak perempuan, sebagai seorang kawan, sebagai saudara, sebagai sesosok gadis kecil mama papa yang juga berkewajiban membantunya
Sakit menerpaku, sakit yang cukup membuatku tidak dapat melakukan apapun hanya tertidur lemas terbaring bagai manusia tak berguna, namun wallahu a'lam naluri nakal ini masih saja kuat mengikatku, setelah 4 hari aku diterpa sakit masih saja kuat keinginanku untuk tetap pergi ke negeri seberang itu, beberapa minggu ini memang aku menunggu saat-saat untuk pergi kesana, hingga aku lupa aku masih dalam keadaan tak berdaya saat itu,
wejangan mama papa juga tak ku indahkan, singkat kata pergilah aku kesana, namun apa yang terjadi
semakin sakit, semakin lemah dan jauh lebih tak berdaya, hal yang semestinya menyenangkan dibenakku beberapa minggu lalu berubah menjadi petaka, 3 hari di negeri tetangga hanya terkapar tak berdaya, berjalan-jalan dengan muka pucat tanpa ekspresi, hari-hari hanya diisi dengan tidur di hotel sementara yang lain melanjutkan kesenangannya. Di sini aku merasa sangat bodoh.
hingga pulang ke rumah wajah ku sudah pucat tidak jelas, mama bilang seperti mayat, langsung dengan cepat aku dilarikan kerumah sakit terdekat, dan benar dugaanku Typhus menerpa
lagi-lagi harus tidur, tidur, dan tidur melupakan segala aktifitas yang dulu selalu aku dahulukan, pekerjaan yang selalu aku nomor satukan
mama yang sering terlupakan kini jadi satu-satunya sandaran, setiap hari membuatkan aku makan, meminumi aku obat, mengontrol setiap perkembanganku, hingga aku menulis blog ini keadaanku sudah cukup sangat membaik,
kejadian ini teramat sangat menamparku, betapa aku punya dunia lain selain pekerjaan, aku punya keluarga, aku punya saudara, aku punya teman, aku punya segalanya yang sering tanpa sadar aku lupakan, mengambil lebih dari satu profesi pekerjaan bukanlah hal mudah dan aku rasakan aku gagal dalam hal itu,
ini sudah menjadi bukti bahwa memang ternyata aku tidak mampu, dan bismillah aku putuskan aku akan resign dari salah satunya, Allah memang maha baik, banyak cara mengingatkan umatnya yang terbuai, semoga kejadian ini tidak hanya mengingatkanku sesaat namun terus terpatri dalam benak betapa segala hal harus tetap pada porsinya, kembalilah dan pastikan sesuatu tepat pada tempatnya.

Sunday, February 19, 2012

LOTTEmbak gue mati! (Part 2)


Lanjut ah ceritanya ^^

Masih tentang seputar kantor ajaib..
Sekarang yang terpenting adalah orang-orang kantor yang sungguh baiiik, baik sekali, banyak banget yang dengan senang hati membantu gw, menjawab seabrek pertanyaan gw yang mungkin udah lebih dari 3x gw tanyain (maafkan saya yang pelupa ini), Mba Iis, perempun yang 4 tahun diatas gw ini contohnya, klo aja dy ga sabar gw rasa dy udah memutuskan buat pindah duduk biar jauh dari gw kali ya *lebay*, tapi syukurnya dia baik banget, setiap pertanyaan2 gw dijawabnya dengan jelas, bahkan sangat jelas, dy juga sering banget nyeritain ke gw banyak hal yang pernah terjadi dan dialami sama sekretaris sebelum gw, dan gw bersyukur bisa dapet gambaran begitu banyak. Selain itu juga Pa’ Badai, Manager yang juga duduk bersebelahan sama gw, juga salah satu korban kebutaan gw tentang seputar pekerjaan gw, segala pertanyaan yang gw lontarkan ke mba iis klo dia ga bisa jawab pasti dia lempar ke Pa Badai, dengan maksud gw bisa dapet jawaban yang lebih meyakinkan gitu.

Menyenangkan memang, tapi masih banyak yang kurang. Hmm apa ya, ya keterbatasan bahasa Jepang gw yang bikin gw agak sulit berkomunikasi dengan satu-satunya orang tertinggi di perusahaan, selain itu juga berdampak banget sama kelancaran gw dalam nerjemahin dokumen-dokumen dengan kata-kata yang belum pernah gw temui.

Sering ngerasa sedih, ngerasa bersalah, tapi juga tercambuk. Merasa nyesel kenapa waktu di JICA gw ngga manfaatin bahasa Jepang gw biar at least masih ada yang nyantol. Yah itu lah, gw terlalu menikmati kemudahan berkomunikasi dengan bahasa yang lain, dengan alasan kalo pake bahasa Jepang kasian lawan bicara gw klo harus ngulang2 instruksi yang ada keburu kesel duluan.

Intinya sekarang gw akan mencoba menjadikan kantor ini sebagai rumah kedua gw, biar gw makin nyaman, dan semoga itu memudahkan gw buat nyelesain semua pekerjaan-pekerjaan gw. Allah ada ko, DIA ngga kemana-mana.^^,

Wednesday, February 15, 2012

LOTTEmbak gue mati!


Entah gw yang norak, atau memang kantor ini yang agak aneh ya. Pertama kali masuk sempet mikir “ini kantor apa sekolahan sih”. Antara satu meja sama meja yang lain dempet2an. Satu ruangan yang gedenya sealaihim PLONG BLESS PLOSS bersih tanpa sekat. Duduk berbaris sesuai jabatan
Paling depan Presdir sama Senior Manager. Dibaris kedua para Manager dan seterusnya staff. Sempet (bukan sempet malah, masih lebih tepatnya) canggung sih, jangankan mau ngebuka web yang ga berhubungan sama kerjaan, bahkan nguap ngupil garuk2 sedikit aja keliatan. Hmm repot juga sih…

Sebenernya mungkin Lo**e bukan satu-satunya kantor yang punya tata ruang kaya gini. Tapi yang jelas ini kali pertama dalam hidup gw (lebay) nemuin kantor yang bentuknya luar biasa ajaib. Sempet denger sih (lupa, denger apa baca ya) kalo kantor2 di Jepang itu emang biasanya pake cara kaya gitu dalam menyusun ruangan2 dikantornya. Dengan tujuan si Presdir bisa mantau terus kinerja bawahannya setiap hari. Tapi apakah efektif jika diberlakukan di Indonesia? Entahlah, kebetulan gw bukan pemerhati kinerja para pekerja Indonesia (secara baru juga gw kerja). Jadi yang bisa dilakuin sekarang adalah ADAPTASI, ya satu-satunya kata yang bisa MENAMPAR gw dari semua ketidak biasaan ini.

Oke, MESTI BELAJAR LEBIH BAHASA JEPANG karena si bapak presdir tercinta ternyata tidak begitu lancar berbahasa inggris, so hampir selalu ketika gw mentok buat ngejelasin pake bahasa Jepang (karena bahasa Jepang gw juga masih cetek banget), gw sering pake bahasa tubuh buat memperjelas itu (tolong jangan diasosiasikan vulgar ya). Walau semua manager udh cas cis cus ngmng inggris (tapi gw tetep harus ngeliat mulutnya setiap mereka ngomong) karena gw juga blm terbiasa sama pronoun orang jepang klo lagi ngmng English, sungguh sulit dimengerti (alibi). Ditambah istilah-istilah sales, marketing, finance, accounting yang sebenernya dalam bahasa Indonesianya sendiri aja gw banyak yang ngga tau, sekarang gw diHARUSKAN untuk tau itu dalam bahasa Inggris dan Jepang (silakan, silakan, ada yang mau ngucapin selamat? Atau mau ngetawain juga boleh). Kamus bahasa Jepang ‘Kenji Matsuura’ yang segitu besarnya segede kitab suci sun go kong jaman kerajaan china itu sungguh teramat sangat tidak praktis, masa gw harus ngebet satu lembar demi lembar cuma buat nyari satu kata buat nerjemahin dokumen. SESUATU KAN, kalo dokumennya selembar aja gw bisa nyelesain itu sekitar 5 jam’an (entah dari jaman jahiliyah sampe jaman apa) sekarang bayangin kalo dokumennya sampe 3 lembar, oke kemungkinan akan selesai beberapa hari kemudian (silakan, ada yang mau ngetawain lagi?)

That’s why gw butuh banget yang namanya kamus elektronik, dikarenakan google translate sungguh sangat tidak mumpuni untuk dapat diandalkan buat nerjemahin bahasa Jepang, Yap, sekarang mari kita berhitung, harga kamus elektronik (yg memang harus dibeli di Jepang) itu sekitar 22.000 JPY – 25.000 JPY (ini yang standart loh ya) sudah barang tentu gw ambil yang paling murah 22.000 JPY, dan kita kurs’kan ke Rp à 22.000 x 117 = 2.574.000 Rupiaaahhh (cuma bisa nyengir), eh NGGA gw ga boleh nyengir, NABUNG!!! Bermodal diawal untuk kelancaran kedepan itu baik bukaann? (sebenernya sih nyenengin diri sendiri)

Btw to be continue yaa ceritanya, ngantuukkk cyynn, cusss *apasih* ^^



Saturday, February 11, 2012

J.A.P.A.N

mungkin ini jalannya
awalnya tak sengaja
jujur ini coba-coba
sering kali lelah, muak, bosan,
bergelut dengan ruwetnya tulisan
bahasa yang tak ku paham
dan budaya yang luar biasa tak sejalan
sungguh berbanding drastis dengan kebiasaan

tapi mungkin memang ini jalannya
kemanapun berusaha berbelok
tetap saja dipertemukan
berkali ingin menghentikan
ada saja jalan yang memaksaku melanjutkan
ya mungkin memang sudah jalannya
bangku sekolah, bangku kuliah, sampai bangku-bangku lain kemanapun ku melangkah
semuanya tentang dia

Ya
Jepang!
kini ku mulai menikmatinya
bertahap ku temukan sisi indahnya
ku gali terus kecintaanku padanya
hingga suatu saat kupastikan aku bisa
tak peduli karena terbiasa, atau bahkan karena terpaksa

Ya
Jepang!
kini ia bukan hanya sebuah pelajaran
japi juga satu2nya tujuan
tak ada tempat lain seindah impian
yang kian hari kian menjadi harapan
meski kini semua masih dalam wacana
sungguh jauh dari genggaman,
tapi nak suatu saat ke depan
percayalah, semua kan jadi kenyataan
You can buy everything but can you buy happiness? -Deddy Corbuzier
Apologizing doesn't mean you're right or wrong, it just means you value your relationship more than your ego. -Kami Garcia ♥ ♥
praying can make you stop doing wrong, or doing wrong can stop you from praying, Choose!!! -Revrunwisdom