semoga tidak ada kelanjutannya, cukup ini jadi yang pertama dan terakhir.
dulu setiap ada perbincangan ringan dengan teman atau siapapun mengenai rumah sakit atau masuk rumah sakit aku selalu dengan rasa syukur mengatakan "alhamdulillah hingga detik ini nisa belum dan jangan sampe masuk rumah sakit" meski selalu aku bubuhkan kata alhamdulllah di depannya, namun tetap saja, kini kata-kata itu tidak berlaku lagi, tidak dapat digunakan lagi :(
ya 6 hari aku menghabiskan hari-hariku disana, jenuh, sakit, bosan, campur aduk rasanya, badan yang bagai tak bertulang lemas tak terkira, makanan yang luar biasa tidak enak, banyaknya obat yang harus aku minum secara bersamaan, suntik dan ambil darah sudah jadi makanan sehari-hari, tusuk sana tusuk sini, demi Tuhan itu sangat menyakitkan. Mungkin juga karena ini bukan hari pertama, bukan juga kedua, ini sudah menginjak tiga minggu, betul ini minggu ketiga aku sakit tipes setelah awal bulan april lalu 2 minggu aku juga terbaring lemah tak berdaya, hanya saja saat itu aku belum separah ini sehingga dirawat dirumah nampaknya masih memungkinkan.
hari pertama dan kedua aku dirawat sahabatku maisyah yang kebetulan mantan perawat di rumah sakit itu, bersyukur bukan main punya teman yang sangat mengerti mengenai kesehatan, obat-obatan, juga mengerti betul bagaimana menangani pasien, selama dua hari ia yang mengurusku, menangani obat-obatanku, makanku, hingga memandikanku, dalam hal ini dia punya asisten dadakan yang secara tidak sengaja juga beralih profesi menjadi suster selama seharian, ya dia putri yang juga sahabatku sejak kita SMA dulu. Selain itu ada mama yang setiap hari menjagaku, menginap dirumah sakit, meski agak khawatir dengan keadaan fisiknya yang setiap hari harus bulak balik rumah-rumah sakit namun aku percayakan semua padanya, yang melegakan adalah ia begitu siap sedia, membawa peralatan perangnya sejak hari pertama untuk beberapa hari kedepan menungguku di sana, karpet, kasur kecil, selimut, hingga bantal sehingga aku tidak terlalu khawatir jika ia berhari-hari harus tidur dibawah sementara aku tidur dikasur. papa yang meski setiap hari tetap bekerja, selama beberapa hari rutin datang disetiap waktu ia pulang kerja karena kebetulan posisi rumah sakit berada di antara rute kantor-rumah, tapi papa dia luar biasa, dia tiada duanya, karena tanpa dia mungkin aku tidak bisa keluar dari rumah sakit (paham lah yaa) :p
tante2, om, saudara, teman papa, teman kantor, teman kampus, teman sekolah, sampai ibu-ibu se RT mereka semua semangatku, dengan datang menjenguk, memberi sedikit banyak wejangan, hingga pulang dan mengatakan "lekas sembuh ya nissa" itu semua terasa seperti energi. Membuatku terasa lebih semangat. Doa kecil yang diucapnya satu, dua, lima, sepuluh, dua puluh, tiga puluh semakin banyak orang yang mengatakan itu, mustahil jika Allah tidak dengar, terbukti hingga aku menulis ini aku sudah bisa duduk, bisa jalan-jalan walau hanya seputaran rumah, bisa bulak balik ke kamar mandi sendiri, bisa makan sendiri (krn tdk diawasi yaa colek2 sambel dikit bisalah). genap sudah satu bulan (4 minggu) aku berada dalam ketidak berdayaanku. namun kini sekarang keadaanku sudah sangat membaik, walau belum 100% pulih. Begitu banyak janji yang aku ucapkan ketika aku sakit saat itu, ketakutanku akan sesuatu mengalahkan keyakinanku akan kebesaranNya, kini Dia telah mengabulkan doaku, meski semuanya bertahap, tinggal bagaimana aku melunasi semua janji-janjiku.
Dan kini aku yakin betul, segala suratan ini memang sengaja dituliskannya untuk menyentil seorang anak perempuan nakal yang sedang kufur nikmat, yang tidak sadar akan segala kebaikan dan keindahan yang telah diberikannya. yang sedang terbuai dengan segala kesibukan dunia.
Kini aku kembali Ya Allah, kembali mencoba masuk ke jalan setelah sekian lama berada diluar garis, kembali berusaha berjalan lurus setelah menjalani jalan yang berkelok. kembali mendekat setelah sekian lama jauh, aku kembali...
Terimakasih atas sayangMu yang begitu besar, aku kembali...
No comments:
Post a Comment