mungkin ini jalannya
awalnya tak sengaja
jujur ini coba-coba
sering kali lelah, muak, bosan,
bergelut dengan ruwetnya tulisan
bahasa yang tak ku paham
dan budaya yang luar biasa tak sejalan
sungguh berbanding drastis dengan kebiasaan
tapi mungkin memang ini jalannya
kemanapun berusaha berbelok
tetap saja dipertemukan
berkali ingin menghentikan
ada saja jalan yang memaksaku melanjutkan
ya mungkin memang sudah jalannya
bangku sekolah, bangku kuliah, sampai bangku-bangku lain kemanapun ku melangkah
semuanya tentang dia
Ya
Jepang!
kini ku mulai menikmatinya
bertahap ku temukan sisi indahnya
ku gali terus kecintaanku padanya
hingga suatu saat kupastikan aku bisa
tak peduli karena terbiasa, atau bahkan karena terpaksa
Ya
Jepang!
kini ia bukan hanya sebuah pelajaran
japi juga satu2nya tujuan
tak ada tempat lain seindah impian
yang kian hari kian menjadi harapan
meski kini semua masih dalam wacana
sungguh jauh dari genggaman,
tapi nak suatu saat ke depan
percayalah, semua kan jadi kenyataan
Hmmm...Japan
ReplyDeletenegrinya terlalu cukup untuk ku tuliskan menjadi sebuah puisi
langitnya terlalu cukup untuk ku lukiskan diatas selembar kanvas
kisahnya terlalu cukup untuk ku jadikan sebuah lagu
Hmmm...Japan
negriku jauh menyimpan sejuta ragam yang tak cukup kau bukukan
langitku jauh lebih merah dari darahmu yang kau jatuhkan
kisahku jauh lebih tajam dari samurai yang kau genggam
bagus tulisan ny ceu, euceu bener2 pergi ke jepang ya, waaah hebat, ditunggu "oleh-oleh" tulisan selanjutnya...selamat berjuang...
aduh imam al jabluukkk, siapapun namamu, ini baru sepenggal doa dari banyaknya doa yang tak ku sebut. doakan semoga ini benar menjadi kenyataan yaa
ReplyDeleteNuhun pisan ih :D
aku suka juga semua tulisanmuuu, romantis (walau lebih menjurus ke arah gombal) hehe
Tuhan mendengar isi hati setiap hamba,,,munajat yang tak terucap menjadi catatan kecil bagi Sanghyang Widi,,,Aku tahu Tuhan tak tuli...
ReplyDeleteSama2 mpok nisa...
aku bukan orng romantis dan baru belajar nulis jd harap maklum kalo semua isi tulisan banyak gombal nya, hehehe,,, tetapi semua sajak maupun puisi selalu menggunakan majas yang lumayan lebay2...hahaha
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletekini negeri jepang sudah menjadi tempat singgah sebuah harapan
ReplyDeletemeski budaya negeri mu jauh berbeda dengan budaya negeri ku, namun banyak hal yang mesti negeri ku contoh dari negeri mu.
meski negeri mu telah mengisi sejarah pahit di negeri ku dahulu, namun banyak hikmah yang dapat diambil untuk negeri ku.
aku tak heran jika semua orang ingin menyambangi negeri mu, merekam kejadian dan bercengkrama dibawah pohon sakura maupun di samping patung haciko yang melegenda.
siapa juga yang tak ingin duduk bersama sambil bercengkrama dengan secangkir teh hangat diatas tatami bagai raja.
aaahhhh... aku pun bercita-cita untuk itu.
aku doakan kamu dapat singgah ke negeri jepang yang telah lama kau impikan. kejarlah impian perjalanan itu. aku berdoa untuk mu. :))
meski terkadang terekam sakit karena perlakuanmu terhadap negeriku, terhadap bangsaku, terhadap wargaku
ReplyDeletecurangmu, licikmu, obsesimu
tak mengurangi rasa cintaku serta kekagumanku terhadap hebatnya pola pikir, teknologi maupun tradsi yang telah tertanam di diriku sejak ku duduk di bangku sekolah kala itu
jerat ini terlalu kuat tuk dilepas
angan ini terlalu keras melekat
impian ini terpendam terlalu lama
doakan aku kawan semoga tahun ini aku bertemu dengannya