Semenjak baby risa lahir waktu ko kayanya cepet banget ya.
Hari ini baby risa udah umur 5 bulan, bener2 ngga berasa ya. Mau share sedikit tentang lika liku ibu baru.
Kalo ada orang yang berfikir seorang ibu yang baru punya baby itu pasti HAPPY (cuma HAPPY) ketika ia melahirkan seorang bayi its totally WRONG. Loh kenapa? bukannya punya bayi itu nyenengin ya, lucu, ada yang bisa dimainin, ada suara tangis yang bisa bikin rumah jadi ramai.
Ok mungkin sekilas untuk orang yang belum jadi "ibu" akan bilang seperti itu, tapi untuk ibu "kagetan" seperti saya sih jawabannya STRESS.
1. Post Delivery Problem (Pasca melahirkan normal)
Pertama masalah melahirkan (yang mungkin kisahnya udah saya ceritain di postingan sebelumnya). sakitnya melahirkan secara normal, banyaknya pantangan apalagi karena keluarga saya (lebih tepatnya keluarga suami) masih cukup kolot sehingga masih pake banyak pantangan yang harus dilakuin sama ibu yang baru melahirkan sampai dia 40 hari. You may be surprised kalau tau detailnya:
- Sampai 40 hari :
- Harus keramas setiap hari
- Ngga boleh keluar rumah (ini mungkin masih banyak ya yang pake kebiasaan ini)
- Ngga boleh tiduran terlentang (harus setengah duduk, katanya sih biar sel darah putih ngga naik ke kepala)
- Ngga boleh tidur siang (paling ngeselin sih yang ini, secara tidur bayi kan ga bs diprediksi ya, jadi ketika bayi tidur yang saya tau sebaiknya kita juga tidur supaya ngga kelelahan dimalam hari kalau harus begadang)
- Ngga boleh tekuk kaki ketika duduk (kalau ini kayanya supaya ngga varises)
- Ngga boleh makan ini itu anu eno zzz cuma boleh ini itu ano eno zzz
- Harus diurut pasca melahirkan katanya 7 hari - 15 hari - 1 bulan - 40 hari
- Harus minum jamu pasca melahirkan (rasanya gak enak)
Kalo seputar bayinya:
- Bayi cegukan dikasih kertas dikepala
- Plasenta dikubur dengan diberi lentera
- Tali pusar yang sudah puput digantung dicahaya
- Pusar ditekan koin agar tidak bodong
Dan masih banyak lagi kebiasaan2 yang harus saya ikuti, ya namanya juga adat ikutin aja deh dari pada benjol
2. Breastfeeding Problem
BINGUNG PUTING
Bagian ini yang paling menguras air mata. Gimana ngga dari baru lahir risa udah ngga mau nyusu langsung, entah apa dan kenapa setiap ditempelin ke puting dia selalu kesel dan marah2. orang2 bilang "tuh putingnya kekecilan dia jadi kesel/ asinya ga ada tuuh udah kasih susu botol aja/ kasian iih anaknya nangis terus asinya ngga cukup kali tuh kasih aja formula ga papa/ ah anak2 saya juga dari kecil udah sufor sehat2 aja tuh/ ih tega amat sih anaknya nangis ga mau nenen juga masih dijejelin terus/dan seterusnya dan seterusnyaa) di saat seperti itu yang saya harus lakuin cuma 1 tutup kuping dan anggap orang2 itu ngga ada, berharap suami mendukung dan terus support kita, tapiiii sayangnya saat itu suami sempet kebawa sama omongan orang2 :'( dan saat itulah saya ngerasa jadi orang paling merana sedunia, dibilang tega dibilang ga becus kasih yang terbaik buat anak yang inilah itulah. Tanpa mereka tau orang yang paling sedih dan paling terpukul ketika ngeliat anak ngga mau nyusu itu bukan mereka bukan siapa2 tapi saya IBUNYA. Saya setiap malam nangis kalau liat baby risa yang beratnya terus menerus turun. Berat lahirnya 3000gr tapi selama 3 weeks berangsur turun jadi 2400gr. rasanya kaya ditampar, semua orang seperti menekan saya.
Baby blue mereka bilang, ya saya stress untungnya tidak sampai membuat jiwa saya terganggu. Jangan bilang ini lebay tapi saya benar2 hampir tidak tidur selama 24 jam, anak saya terus nangis, berat badannya terus turun, tidak bisa menyusu, tidak mau tidur, terus dan terus nangis, semua orang sudah seperti orang paling benar sedunia yang melihat saya dengan keras kepalanya tidak mau memberi anak saya susu formula.
1 minggu berlalu banyak orang kasih saran "kalau ngga mau kasih sufor itu asinya dipompa aja kasih pake dot, kasian dia ga bisa nenen krn putingnya kecil". Saya coba mengalahkan egois saya, melunakkan hati saya dan coba untuk mendengar apa yang orang bilang. Satu yang ada didalam pikiran saya "ah udahlah ngga apa2 pake dot, toh yang penting yang dia minum itu asi bukan susu formula". Lalu saya mulai mompa, setelah saya pompa dia minum susu dari dot dengan begitu lahapnya, melihat itu saya senang campur tenang, sehingga setiap hari saya selalu mompa asi dan nyetok sedikit demi sedikit, untuk akhirnya dikasih ke baby risa pake dot
Ini hasil minggu2 pertama saya mompa asi dan nyetok asi untuk baby risa
Seminggu berlalu baby risa masih terus minum asi lewat botol dot. Dia terlihat lebih tenang. Minumya semakin banyak dan saya mulai kualahan. Jadwal mompa asi dan jadwal minumnya mulai kejar2an. 2 minggu berlalu saya pikir kayanya ngga bisa terus menerus kaya ini. Mompa asi terus menerus untuk dikonsumsi bayi sementara ibunya ada disampingnya yang seharusnya bisa menyusuinya secara langsung. Saya berpikir kalau diterusin saya akan makin kerepotan. Banyak artikel dari internet saya baca. Banyak teman dan orang2 saya tanya. Semua cara saya coba, dari pijat payudara, suntik puting, nipple shield (penyambung puting) dan segala cara saya coba supaya anak saya mau menyusu langsung dari saya. Setiap malam dia menangis mungkin karena lapar karena saya memaksakan agar dia menyusu langsung sementara dia belum bisa menyedot lewat puting. Suami juga kurang support, bisa dibilang saat itu saya hampir berjuang sendirian. Sempat terbersit dihati saya "ya Allah kalau memang tidak diizinkan saya memberikan ASI eksklusif untuk anak saya setidaknya saya sudah berusaha". Tapi nan jauh dimata kaka ipar saya terus mendukung saya. Dia lebih keras kepala dari saya, wajar ia sudah beranak satu dan ia tau bagaimana sulitnya.
Dia terus bilang "bisa koo semua ibu bisa, semua ibu punya asi cukup, semua ibu bisa nyusuin, tinggal gimana kitanya aja yang mau sabar apa ngga". Sempet semangat disupport terus kaya gitu. Tapi malah begini hasilnya
Dia semakin kurus. beratnya juga belum mau naik. Lalu saya konsultasi ke dokter laktasi. Saya ceritain deh tuh masalah saya. Ternyata menurut dokter, bayi saya mengalami BINGUNG PUTING, semua itu disebabkan oleh BOTOL DOT. Ia sudah terbuai dengan mudahnya menyusu lewat dot. nipple yang besar dan aliran susu yang deras jelas jauh berbeda dengan puting dari payudara ibunya. Dia jadi malas dan tidak mau menyusu. Dokter menyarankan agar saya selama satu minggu kedepan tidak sama sekali memberikan botol dot kepada anak saya. "paksa terus nenenin ya bu, jangan sekalipun pakai dot lagi, kalau dia sudah benar2 kehausan pakai cup feeder, pokonya jangan lagi coba2 pake dot, atau ibu nanti makin repot kedepannya"
Sampai dirumah saya mulai coba singkirin dot dan lagi2 dengan keras kepala menyusui anak dari payudara. Setiap kali dia haus dia mengamuk, dia tidak mau menyusu lewat payudara langsung. Dia bisa menghisap namun tidak menelan asi yang banyak. Alhasil ketika dia lelah menangis ia tertidur, namun disela tidurnya dia masih dalam keadaan lapar, saya sering mendengar suara perutnya yang bunyi karena keroncongan. Sebagai ibu saya hampir merasa menjadi ibu yang gagal. Suami saya yang bukannya membantu malah marah2 karena melihat saya yang terlalu keras kepala. Dia selalu menyuruh saya memberi susu lewat botol dot. Dia type yang "yang penting anak kenyang" tanpa memikirkan dampak apa yang terjadi kalau saya tetap teruskan memberi susu dengan menggunakan dot.
Masih menangis, setiap malam setiap melihat dia tertidur saya pasti menangis. Menangis tidak tega sambil berpikir dalam hati "saya ibu yang gagal, saya ibu yang tega, saya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya" melihat dia yang semakin kurus menjerit hati saya. Tapi saya masih dengan ke-batu-an saya. Katanya kalau mau sukses asi eksklusif itu harus keras kepala.
Hampir 3 minggu berlalu untuk pertama kalinya saya mendengar baby risa menelan ketika menyusui. bukan main bahagianya hati saya. Percayalah semua orang akan bilang saya lebay. ya pasti. tapi kalau tau bagaimana perjuangan saya setiap hari berusaha agar dia bisa menyusu langsung itu sungguh jatuh bangun. menguras air mata dan mengobrak abrik hati dan pikiran saya, jadi seteguk saja suara menelan saya dengar, menetes air mata saya. "terima kasih ya Allah entah apa yang harus saya ucapkan lagi tapi semoga ini adalah awal yang baik untuk kedepannya".
4 minggu berlalu baby risa sudah bisa menyusu, tapi ia masih sering menangis, tidurnya tidak nyenyak, mereka bilang karena masih haus, mereka bilang asi saya sedikit, asi saya kurang kental, asi saya begini, asi saya begitu, terus tidak ada habisnya mendengarkan omongan orang. Mereka semua sarankan saya kasih anak saya pisang sebagai tambahan, oh I'm a big NO NO, saya keras kepala tidak ada asupan lain selain asi untuk anak saya. tapi lagi2 cobaan terbesar datang bukan dari luar melainkan dari dalam rumah saya sendiri. ya dia suami saya. dia terlalu mendengar omongan orang. dia terlalu takut anaknya kurang asupan, dia terlalu khawatir melihat anak saya yang kurus dan terlihat kurang segar.
Singkat cerita akhirnya di usia dia yang ke 1 bulan baby risa dikasih pisang, melihat mba saya menyuapi pisang sempat ingin menjerit hati saya, periiiihh ngeliatnyaaa, saya ke kamar ngga mau liat, saya nangis, saya merasa bodoh membiarkan anak saya dikasih pisang tapi saya ngga bisa berbuat apa2.
3 hari, sehari sekali baby risa dikasih pisang, mau jedug jedug kepala rasanya. Jedar jeder hati ini. dalem hati cuma bisa minta maaf dan maaf terus. Tiap solat terus doa terus nangis minta dibantu. Sampai hari yang ke 3 dia dikasih pisang baby risa sudah mulai tenang. Saya jadi ada alasan untuk meminta mba nya stop kasih dia pisang. Setiap hari saya susui dia, sedetikpun saya berusaha agar tidak membuatnya menangis, melihat tanda2 dia mau menangis langsung saya susui dia, karena setiap dia menangis hampir seluruh isi rumah datang ke kamar menghampiri saya dan bertanya "kenapa nangis, aus tuh aus, lapar tuh, kurang tuh susunya, masih lapar, susuin lagi" mau saya tembak rasanya semua orang yang terus menekan saya seperti itu. Begitu pahitnya diminggu2 pertama kelahiran baby risa. Saya merasa begitu tertekan. Ingin rasanya lari dan tinggal sendiri jauh dari orang2 yang membuat saya semakin kalut.
Di menjelang usianya yang ke 40 hari jadwal dan durasi nenennya semakin stabil, tidurnyapun semakin banyak, saya jadi dapat waktu tidur walau sebentar2. Saya merasa hari2 semakin mudah dilalui. Terimakasih banyak ya Allah, kau permudah proses breastfeeding ini dengan cepat & tidak terlalu lama.
Melihat baby risa yang sudah mulai normal jam menyusunya saya berniat untuk memulai kembali memompa asi untuk stock ketika waktu cuti saya habis dan harus kembali bekerja. Saya mulai sedikit demi sedikit memompa. Namun apa yang terjadi?
PUTING SAKIT LECET, PECAH-PECAH & BERDARAH
Cobaan apa lagi ini. ketika menyusu sudah mulai membaik, puting saya malah didera lecet dan hampir terbelah. Mungkin itu disebabkan oleh frekuensi memompa yang terlalu sering dan peletakan mulut bayi yang kurang tepat di puting, perpaduan gusi bayi baru lahir, tounge tie & lip tie yang tajam, serta sedotan pompa asi yang membuat puting saya akhirnya rusak juga.
Berawal dari merah2, lalu perih, berdarah, terbelah sampai keluar nanah *merinding sendiri ngebayanginnya* udah coba cek juga ke dokter, mereka bilang kasih salep untuk puting kasih ini kasih itu alhasil tetep ngga sembuh juga, mau berenti nenenin dulu biar sampe sembuh tapi ngga bisa juga karena asi harus tetap keluar untuk menjaga kuantitas tetap stabil, kalau tidak disedot bayi payudara akan bengkak, badan meriang dan produksi asi malah akan berhenti karena kepenuhan.
Lalu saya harus apa?
Ya harus tahan lah!
Setiap kali baby risa mulai ngulet2 tanda haus atau mau nenen pasti payudara saya udah terasa senat senut sakitnya, bulu kuduk saya merinding, blm juga mendarat mulut baby ke puting saya tapi rasa sakitnya udah sampe duluan. sedih ya.
Lalu saya harus apa?
Ya harus tahan lah!
Hampir satu bulan kalau ngga salah ingat saya tahan rasa sakit ini, tiap mulutnya nempel dipayudara saya seperti lagi mengerang, meremas otot2 saya dan meremas bantal sambil menutup mulut takut teriak dan malah mengagetkan si baby nantinya. Sedih ya.
Lalu saya harus apa?
Masih nanya juga? Ya terima nasib aja.
BREASTFEEDING PROBLEM SOLVED
Hallo para bapaaakk? Apa kabaaaarr? Gimana perubahannya setelah punya baby?
Masih main COC laaahh! *gubrak!*
Ya begitulah lika liku problema ibu baru.
Alhamdulillah menginjak 2 ke 3 bulan berat badan baby risa semakin membaik, dia mendapatkan kembali beratnya yang sempat menurun, minggu ke minggu, bulan ke bulan ia terus menggemuk, semua orang memuji, semua orang senang melihat dia kembali ceria (tapi apa mereka peduli susah & setengah mati ibunya bisa bikin dia kaya gini? kayanya ngga -__-' yaudah sih terima aja)
Sekarang baby risa alhamdulillah udah segede dan selucu ini,
Mudah2an orang2 yang suka nyinyir, suka negatif thinking atau suka intervene orang segera punah ya, percaya aja setiap orang tua pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak2nya.
Sebentar lagi baby risa umur 6 bulan, dia akan mulai makan, kita sebutnya MPasi (Makanan Pendamping Asi), sebelum banyak masalah yang muncul, sebelum drama dimulai seperti sebelum2nya, saya didaftarin suami ikut parenting class untuk membahas lika liku dan kiat sukses MPasi untuk anak 6 bulan.
We'll see, problema apa lagi yaa yang akan terjadi sama saya & baby risa. Tunggu tanggal mainnya & semoga yang kali ini ngga lagi menguras air mata ya.
Bismillah :)





No comments:
Post a Comment