http://frenceu.blogspot.com/2012/04/anissa-permatasari-rahardjo.html
http://desuslangit.blogspot.com/2011/11/anissa-permatasari.html
dua blog ini,
setiap kali membacanya
tak henti aku berkaca-kaca
walau bukan kesedihan dalam rangkaian kata
tetap saja dalam ku rasa
sesekali terkadang ku coba menerka
apa benar demikian aku adanya
ah tapi apapun maknanya
tidak pernah ada yang salah dari penilaian manusia
yang jelas ia lah mereka
mereka seperti nafas yang tak bisa lepas
mereka seperti darah yang mengalir deras
mereka bagian dari kisah yang tak dapat diulas
Semoga tali persaudaraan ini kan terus kuat terikat
semoga rasa ini tak pernah berhenti melekat
semoga waktu kan terus membawa kita semakin mendekat
Freni Trisniati Gantina
Khairizal Anwar
semoga tuhan selalu menjaga kalian
disetiap hembusan nafas dan keyakinan
semoga tuhan berikan jalan
dan segera kita dipertemukan
Friday, April 20, 2012
Sunday, April 15, 2012
Jangan tunggu diingatkan Allah
terkadang malu,
sebagai perempuan aku sering merasa kuat, merasa diri mampu, merasa fisik sekuat baja,
melakukan banyak hal sekaligus, menghajar setiap kesempatan pekerjaan yang mampir dan memberiku orientasi uang, sungguh egois aku kala itu
hampir tidak ada waktu luang, bahkan diakhir pekan,
bukan aku tidak sadar, bukan aku terhanyut, aku sadar betul akan hal itu
namun sulit bagiku untuk menolaknya, dalam benakku selama aku masih mampu kenapa aku harus melepasnya
sindiran telak sering kali menghempasku, dari temanku, dari saudaraku, bahkan dari orang tuaku sendiri.
bukan juga hal itu tidak menamparku, tapi aku tak tau, hal ini sudah mengikat ragaku
egois sering kali mengalahkan naluri perempuanku, hingga akhirnya Allah mengingatkanku hanya dengan sedikit saja peringatan.
di waktu sibuk ku, di waktu gentingku, bahkan di saat dimana aku harus melakukan hal yang sudah ku tunggu-tunggu selama beberapa minggu
bagi Allah tidaklah ada yang tidak mungkin, hanya dengan menjentikkan jari 'kun fayakun' maka hal kecil bagiNya untuk menjadikan sesuatu terjadi.
Disini aku diingatkan dimana kodratku, dimana kewajibanku sebagai anak, sebagai anak perempuan, sebagai seorang kawan, sebagai saudara, sebagai sesosok gadis kecil mama papa yang juga berkewajiban membantunya
Sakit menerpaku, sakit yang cukup membuatku tidak dapat melakukan apapun hanya tertidur lemas terbaring bagai manusia tak berguna, namun wallahu a'lam naluri nakal ini masih saja kuat mengikatku, setelah 4 hari aku diterpa sakit masih saja kuat keinginanku untuk tetap pergi ke negeri seberang itu, beberapa minggu ini memang aku menunggu saat-saat untuk pergi kesana, hingga aku lupa aku masih dalam keadaan tak berdaya saat itu,
wejangan mama papa juga tak ku indahkan, singkat kata pergilah aku kesana, namun apa yang terjadi
semakin sakit, semakin lemah dan jauh lebih tak berdaya, hal yang semestinya menyenangkan dibenakku beberapa minggu lalu berubah menjadi petaka, 3 hari di negeri tetangga hanya terkapar tak berdaya, berjalan-jalan dengan muka pucat tanpa ekspresi, hari-hari hanya diisi dengan tidur di hotel sementara yang lain melanjutkan kesenangannya. Di sini aku merasa sangat bodoh.
hingga pulang ke rumah wajah ku sudah pucat tidak jelas, mama bilang seperti mayat, langsung dengan cepat aku dilarikan kerumah sakit terdekat, dan benar dugaanku Typhus menerpa
lagi-lagi harus tidur, tidur, dan tidur melupakan segala aktifitas yang dulu selalu aku dahulukan, pekerjaan yang selalu aku nomor satukan
mama yang sering terlupakan kini jadi satu-satunya sandaran, setiap hari membuatkan aku makan, meminumi aku obat, mengontrol setiap perkembanganku, hingga aku menulis blog ini keadaanku sudah cukup sangat membaik,
kejadian ini teramat sangat menamparku, betapa aku punya dunia lain selain pekerjaan, aku punya keluarga, aku punya saudara, aku punya teman, aku punya segalanya yang sering tanpa sadar aku lupakan, mengambil lebih dari satu profesi pekerjaan bukanlah hal mudah dan aku rasakan aku gagal dalam hal itu,
ini sudah menjadi bukti bahwa memang ternyata aku tidak mampu, dan bismillah aku putuskan aku akan resign dari salah satunya, Allah memang maha baik, banyak cara mengingatkan umatnya yang terbuai, semoga kejadian ini tidak hanya mengingatkanku sesaat namun terus terpatri dalam benak betapa segala hal harus tetap pada porsinya, kembalilah dan pastikan sesuatu tepat pada tempatnya.
sebagai perempuan aku sering merasa kuat, merasa diri mampu, merasa fisik sekuat baja,
melakukan banyak hal sekaligus, menghajar setiap kesempatan pekerjaan yang mampir dan memberiku orientasi uang, sungguh egois aku kala itu
hampir tidak ada waktu luang, bahkan diakhir pekan,
bukan aku tidak sadar, bukan aku terhanyut, aku sadar betul akan hal itu
namun sulit bagiku untuk menolaknya, dalam benakku selama aku masih mampu kenapa aku harus melepasnya
sindiran telak sering kali menghempasku, dari temanku, dari saudaraku, bahkan dari orang tuaku sendiri.
bukan juga hal itu tidak menamparku, tapi aku tak tau, hal ini sudah mengikat ragaku
egois sering kali mengalahkan naluri perempuanku, hingga akhirnya Allah mengingatkanku hanya dengan sedikit saja peringatan.
di waktu sibuk ku, di waktu gentingku, bahkan di saat dimana aku harus melakukan hal yang sudah ku tunggu-tunggu selama beberapa minggu
bagi Allah tidaklah ada yang tidak mungkin, hanya dengan menjentikkan jari 'kun fayakun' maka hal kecil bagiNya untuk menjadikan sesuatu terjadi.
Disini aku diingatkan dimana kodratku, dimana kewajibanku sebagai anak, sebagai anak perempuan, sebagai seorang kawan, sebagai saudara, sebagai sesosok gadis kecil mama papa yang juga berkewajiban membantunya
Sakit menerpaku, sakit yang cukup membuatku tidak dapat melakukan apapun hanya tertidur lemas terbaring bagai manusia tak berguna, namun wallahu a'lam naluri nakal ini masih saja kuat mengikatku, setelah 4 hari aku diterpa sakit masih saja kuat keinginanku untuk tetap pergi ke negeri seberang itu, beberapa minggu ini memang aku menunggu saat-saat untuk pergi kesana, hingga aku lupa aku masih dalam keadaan tak berdaya saat itu,
wejangan mama papa juga tak ku indahkan, singkat kata pergilah aku kesana, namun apa yang terjadi
semakin sakit, semakin lemah dan jauh lebih tak berdaya, hal yang semestinya menyenangkan dibenakku beberapa minggu lalu berubah menjadi petaka, 3 hari di negeri tetangga hanya terkapar tak berdaya, berjalan-jalan dengan muka pucat tanpa ekspresi, hari-hari hanya diisi dengan tidur di hotel sementara yang lain melanjutkan kesenangannya. Di sini aku merasa sangat bodoh.
hingga pulang ke rumah wajah ku sudah pucat tidak jelas, mama bilang seperti mayat, langsung dengan cepat aku dilarikan kerumah sakit terdekat, dan benar dugaanku Typhus menerpa
lagi-lagi harus tidur, tidur, dan tidur melupakan segala aktifitas yang dulu selalu aku dahulukan, pekerjaan yang selalu aku nomor satukan
mama yang sering terlupakan kini jadi satu-satunya sandaran, setiap hari membuatkan aku makan, meminumi aku obat, mengontrol setiap perkembanganku, hingga aku menulis blog ini keadaanku sudah cukup sangat membaik,
kejadian ini teramat sangat menamparku, betapa aku punya dunia lain selain pekerjaan, aku punya keluarga, aku punya saudara, aku punya teman, aku punya segalanya yang sering tanpa sadar aku lupakan, mengambil lebih dari satu profesi pekerjaan bukanlah hal mudah dan aku rasakan aku gagal dalam hal itu,
ini sudah menjadi bukti bahwa memang ternyata aku tidak mampu, dan bismillah aku putuskan aku akan resign dari salah satunya, Allah memang maha baik, banyak cara mengingatkan umatnya yang terbuai, semoga kejadian ini tidak hanya mengingatkanku sesaat namun terus terpatri dalam benak betapa segala hal harus tetap pada porsinya, kembalilah dan pastikan sesuatu tepat pada tempatnya.
Sunday, February 19, 2012
LOTTEmbak gue mati! (Part 2)
Lanjut
ah ceritanya ^^
Masih
tentang seputar kantor ajaib..
Sekarang
yang terpenting adalah orang-orang kantor yang sungguh baiiik, baik sekali,
banyak banget yang dengan senang hati membantu gw, menjawab seabrek pertanyaan
gw yang mungkin udah lebih dari 3x gw tanyain (maafkan saya yang pelupa ini),
Mba Iis, perempun yang 4 tahun diatas gw ini contohnya, klo aja dy ga sabar gw
rasa dy udah memutuskan buat pindah duduk biar jauh dari gw kali ya *lebay*,
tapi syukurnya dia baik banget, setiap pertanyaan2 gw dijawabnya dengan jelas,
bahkan sangat jelas, dy juga sering banget nyeritain ke gw banyak hal yang
pernah terjadi dan dialami sama sekretaris sebelum gw, dan gw bersyukur bisa
dapet gambaran begitu banyak. Selain itu juga Pa’ Badai, Manager yang juga
duduk bersebelahan sama gw, juga salah satu korban kebutaan gw tentang seputar
pekerjaan gw, segala pertanyaan yang gw lontarkan ke mba iis klo dia ga bisa
jawab pasti dia lempar ke Pa Badai, dengan maksud gw bisa dapet jawaban yang
lebih meyakinkan gitu.
Menyenangkan
memang, tapi masih banyak yang kurang. Hmm apa ya, ya keterbatasan bahasa
Jepang gw yang bikin gw agak sulit berkomunikasi dengan satu-satunya orang
tertinggi di perusahaan, selain itu juga berdampak banget sama kelancaran gw
dalam nerjemahin dokumen-dokumen dengan kata-kata yang belum pernah gw temui.
Sering
ngerasa sedih, ngerasa bersalah, tapi juga tercambuk. Merasa nyesel kenapa
waktu di JICA gw ngga manfaatin bahasa Jepang gw biar at least masih ada yang
nyantol. Yah itu lah, gw terlalu menikmati kemudahan berkomunikasi dengan
bahasa yang lain, dengan alasan kalo pake bahasa Jepang kasian lawan bicara gw
klo harus ngulang2 instruksi yang ada keburu kesel duluan.
Intinya
sekarang gw akan mencoba menjadikan kantor ini sebagai rumah kedua gw, biar gw
makin nyaman, dan semoga itu memudahkan gw buat nyelesain semua
pekerjaan-pekerjaan gw. Allah ada ko, DIA ngga kemana-mana.^^,
Wednesday, February 15, 2012
LOTTEmbak gue mati!
Entah
gw yang norak, atau memang kantor ini yang agak aneh ya. Pertama kali masuk
sempet mikir “ini kantor apa sekolahan sih”. Antara satu meja sama meja yang
lain dempet2an. Satu ruangan yang gedenya sealaihim PLONG BLESS PLOSS bersih
tanpa sekat. Duduk berbaris sesuai jabatan
Paling
depan Presdir sama Senior Manager. Dibaris kedua para Manager dan seterusnya
staff. Sempet (bukan sempet malah, masih lebih tepatnya) canggung sih, jangankan
mau ngebuka web yang ga berhubungan sama kerjaan, bahkan nguap ngupil garuk2 sedikit
aja keliatan. Hmm repot juga sih…
Sebenernya
mungkin Lo**e bukan satu-satunya kantor yang punya tata ruang kaya gini. Tapi yang
jelas ini kali pertama dalam hidup gw (lebay) nemuin kantor yang bentuknya luar
biasa ajaib. Sempet denger sih (lupa, denger apa baca ya) kalo kantor2 di Jepang
itu emang biasanya pake cara kaya gitu dalam menyusun ruangan2 dikantornya. Dengan
tujuan si Presdir bisa mantau terus kinerja bawahannya setiap hari. Tapi apakah
efektif jika diberlakukan di Indonesia? Entahlah, kebetulan gw bukan pemerhati
kinerja para pekerja Indonesia (secara baru juga gw kerja). Jadi yang bisa
dilakuin sekarang adalah ADAPTASI,
ya satu-satunya kata yang bisa MENAMPAR
gw dari semua ketidak biasaan ini.
Oke,
MESTI BELAJAR LEBIH BAHASA JEPANG karena si bapak presdir tercinta ternyata
tidak begitu lancar berbahasa inggris, so hampir selalu ketika gw mentok buat
ngejelasin pake bahasa Jepang (karena bahasa Jepang gw juga masih cetek banget),
gw sering pake bahasa tubuh buat memperjelas itu (tolong jangan diasosiasikan
vulgar ya). Walau semua manager udh cas cis cus ngmng inggris (tapi gw tetep
harus ngeliat mulutnya setiap mereka ngomong) karena gw juga blm terbiasa sama
pronoun orang jepang klo lagi ngmng English, sungguh sulit dimengerti (alibi). Ditambah
istilah-istilah sales, marketing, finance, accounting yang sebenernya dalam bahasa
Indonesianya sendiri aja gw banyak yang ngga tau, sekarang gw diHARUSKAN untuk tau itu dalam bahasa
Inggris dan Jepang (silakan, silakan, ada yang mau ngucapin selamat? Atau mau
ngetawain juga boleh). Kamus bahasa Jepang ‘Kenji Matsuura’ yang segitu besarnya
segede kitab suci sun go kong jaman kerajaan china itu sungguh teramat sangat tidak
praktis, masa gw harus ngebet satu lembar demi lembar cuma buat nyari satu kata
buat nerjemahin dokumen. SESUATU KAN, kalo dokumennya selembar aja gw bisa
nyelesain itu sekitar 5 jam’an (entah dari jaman jahiliyah sampe jaman apa) sekarang
bayangin kalo dokumennya sampe 3 lembar, oke kemungkinan akan selesai beberapa
hari kemudian (silakan, ada yang mau ngetawain lagi?)
That’s
why gw butuh banget yang namanya kamus elektronik, dikarenakan google translate
sungguh sangat tidak mumpuni untuk dapat diandalkan buat nerjemahin bahasa
Jepang, Yap, sekarang mari kita berhitung, harga kamus elektronik (yg memang
harus dibeli di Jepang) itu sekitar 22.000 JPY – 25.000 JPY (ini yang standart
loh ya) sudah barang tentu gw ambil yang paling murah 22.000 JPY, dan kita kurs’kan
ke Rp à
22.000 x 117 = 2.574.000 Rupiaaahhh (cuma bisa nyengir), eh NGGA gw ga boleh
nyengir, NABUNG!!! Bermodal diawal untuk kelancaran kedepan itu baik bukaann?
(sebenernya sih nyenengin diri sendiri)
Btw to
be continue yaa ceritanya, ngantuukkk cyynn, cusss *apasih* ^^
Saturday, February 11, 2012
J.A.P.A.N
mungkin ini jalannya
awalnya tak sengaja
jujur ini coba-coba
sering kali lelah, muak, bosan,
bergelut dengan ruwetnya tulisan
bahasa yang tak ku paham
dan budaya yang luar biasa tak sejalan
sungguh berbanding drastis dengan kebiasaan
tapi mungkin memang ini jalannya
kemanapun berusaha berbelok
tetap saja dipertemukan
berkali ingin menghentikan
ada saja jalan yang memaksaku melanjutkan
ya mungkin memang sudah jalannya
bangku sekolah, bangku kuliah, sampai bangku-bangku lain kemanapun ku melangkah
semuanya tentang dia
Ya
Jepang!
kini ku mulai menikmatinya
bertahap ku temukan sisi indahnya
ku gali terus kecintaanku padanya
hingga suatu saat kupastikan aku bisa
tak peduli karena terbiasa, atau bahkan karena terpaksa
Ya
Jepang!
kini ia bukan hanya sebuah pelajaran
japi juga satu2nya tujuan
tak ada tempat lain seindah impian
yang kian hari kian menjadi harapan
meski kini semua masih dalam wacana
sungguh jauh dari genggaman,
tapi nak suatu saat ke depan
percayalah, semua kan jadi kenyataan
awalnya tak sengaja
jujur ini coba-coba
sering kali lelah, muak, bosan,
bergelut dengan ruwetnya tulisan
bahasa yang tak ku paham
dan budaya yang luar biasa tak sejalan
sungguh berbanding drastis dengan kebiasaan
tapi mungkin memang ini jalannya
kemanapun berusaha berbelok
tetap saja dipertemukan
berkali ingin menghentikan
ada saja jalan yang memaksaku melanjutkan
ya mungkin memang sudah jalannya
bangku sekolah, bangku kuliah, sampai bangku-bangku lain kemanapun ku melangkah
semuanya tentang dia
Ya
Jepang!
kini ku mulai menikmatinya
bertahap ku temukan sisi indahnya
ku gali terus kecintaanku padanya
hingga suatu saat kupastikan aku bisa
tak peduli karena terbiasa, atau bahkan karena terpaksa
Ya
Jepang!
kini ia bukan hanya sebuah pelajaran
japi juga satu2nya tujuan
tak ada tempat lain seindah impian
yang kian hari kian menjadi harapan
meski kini semua masih dalam wacana
sungguh jauh dari genggaman,
tapi nak suatu saat ke depan
percayalah, semua kan jadi kenyataan
Tuesday, December 27, 2011
Tuesday, December 20, 2011
2 tahun tak terlupakan
Bandung,
Entah kenapa baru sekarang aku merasakan
Kota berjuluk paris van java itu
memberiku begitu banyak kenangan
Udara yang sejuk, pegunungan, serta pepohonan
Perbedaan bahasa, musik, adat, tradisi dan kesenian
Semua terasa asing namun begitu nyaman
Dago dan sekitarnya, jika mereka punya ucapan
Pasti mereka katakan akulah bagian dari kenangan
Cerita seorang anak
perantauan
Yang datang dari kota seberang
Bukan untuk cari senang, melainkan untuk berjuang
Gemerlapnya kota, ramainya hiburan serta pusat perbelanjaan
Tidak dapat membuatku tertegun dan tercengang
Dengan kuat ku menutup mata dan berusaha tetap menatap ke
depan
Tidak perduli mereka
Mereka yang berjubah hitam dengan tanduk merah di atas
kepala
Terus merayu dengan segala cara
Semua bukan berkatku, semua bukan karena ku
Namun kamu, dia, dan mereka yang selalu bersamaku
Membantuku, menopang agar aku terus maju
Kamu hatiku, dia sahabatku, dan mereka teman-temanku
Semuanya sepenggal kisah dalam hidupku
Hingga dua tahun kini terasa begitu cepat
Bahkan terlalu cepat untuk ku mengakhirinya
Dan ketika ku harus kembali
Ku bawa semua kenangan itu, bersama segala keindahannya
Kan ku jaga terus, dan takkan ku hapus
Ku percayakan waktu yang kan menjaganya
Hingga suatu saat ku kembali, ku harap semuanya masih sama
Dedicated:
Nihongo Kasu 09’
PAKPM Melati 2010
Semua teman2 seperjuangan di Bandung
<3
Subscribe to:
Posts (Atom)
You can buy everything but can you buy happiness? -Deddy Corbuzier
Apologizing doesn't mean you're right or wrong, it just means you value your relationship more than your ego. -Kami Garcia ♥ ♥
praying can make you stop doing wrong, or doing wrong can stop you from praying, Choose!!! -Revrunwisdom


