16, 17, 18 oktober 2011
semua percakapan dibawah menggunakan bahasa jepang
sensei 1 : Endo Yumiko (P)
sensei 2 : Ohigata Katsuhiro (L)
lagi di origami resto
setelah semuanya kenyang tapi masih ngga rela buat ninggalin tempat itu (secara mahal jd ngga mau rugi)
sensei 1: anisa sebenarnya saya kenyang, tapi saya masih mau makan.
gw : yaudah sensei tdk usah terburu-buru masih banyak makanan yg belum dicoba
sensei 1: yasudah saya mau cari buah dulu ya (sambil jalan ke meja buah)
(pas balik sambil nunjukin buah yg diambil dia nanya)
sensei 1: anisa ini buah apa? bagaimana cara makannya
gw: itu namanya markisa sensei, dibelah dua aja trs langsung dimakan isinya.
sensei 1: hoo (sambil ngeja) mar-ki-sa (sambil ngebelah markisanya)
lalu ini dimakan? semuanya?
gw: (udah mulai agak males) iya sensei dimakan semuanya.
sensei 1: semuanya?
gw: (muka BT)
sensei 1: (sambil ngeliatin buahnya) ini dimasukan, lalu bijinya bagaimana?
gw: (bt langsung ngambil tu buah nyontohin makan) nah seperti ini, dimakan semua
sensei 1: kamu lucu masa ada buah bijinya dimakan, ya tidak bisa dong,
gw: ya memang begitu makannya sensei (mulai naik darah)
sensei 1: sudah ah saya malas makan ini, buahnya terlalu sedikit, banyakan bijinya
(naro itu buah di atas piring bekas makan)
gw: (dalem hati: klo gitu ngapain diambil senseeeiii >:O udah cape2 meragain)
---------------------------------------------------------------------------------------------
sensei 1: nisa, bisa kamu ajak saya ke tempat yang menyenangkan sekitar sini?
gw : maunya yang kaya gimana sensei?
sensei 1: hmm apa aja deh tp saya mau minum2 nih, kamu tau tempat minum sekitar sini?
gw : krn saya ngga minum jadi saya ngga gitu ngerti sensei tempat minum disekitar sini, tp klo sensei mau yang praktis disini banyak seven eleven ko
sensei 1: (Ngakak geli banget) kamu lucu sekali, berrcanda terus
gw: hah saya ngga bercanda sensei, di seven eleven itu banyak minuman ada bir bintang, heineken, macem-macem.
sensei 1: kamu serius? (makin ketawa geli) menurut kamu saya akan minum di seven eleven? saya minum disana dan lalu siswa saya melihat saya duduk di depan sevel sambil memegang botol bir dengan kaki diangkat? (masih ketawa)
(baru tersadar klo tawaran gue itu ternyta konyol banget)
gw: (sambil cengar-cengir) ya maap sensei kan saya ngga tau :p
semenjak kejadian itu tiap ngeliat gue dy selalu bilang "mau ke seven eleven?" siyal --___--
-------------------------------------------------------------------------------------------
sensei 1: anissa, apa kamu lapar?
gw: iya sensei tadi belum makan siang.
sensei 1: bagaimana kalau kita cari makan
gw: boleh sensei, mau makan yang kaya gimana?
sensei 1: saya apa sajalah, kamu juga kan? eh tapi apa kamu makan babi?
gw: oh ngga sensei, saya ngga makan babi.
sensei 1: oh baik kalau begitu makan apa saja yg tidak ada babinya, tp kamu cuma tidak makan babi kan?
gw: sebenernya sama anjing sih sensei
sensei 1: (NGAKAK SEGELI2NYA) kamu lucu, lagian mana ada orang makan anjing?
gw: (dlm hati: ini siapa yg bego sih sebenernya) sebenernya orang indonesia ada beberapa yang makan anjing sih sensei, biasanya di acara2 tertentu.
sensei 1: sudah ah kamu bercanda terus, saya lelah tertawa. mari kita makan (sambil ninggalin gw)
gw: (dlm hati, GW SERIUS NYONG!!) --___--
---------------------------------------------------------------------------
di dalem taksi, posisi lagi cari jalan buat balik arah
sensei 2: anissa, orang itu sedang apa?
gw: dy orang yang suka bantu2 mobil buat puter arah sensei, biar ngga macet.
sensei 2: apa dia polisi?
gw: bukan sensei orang biasa
sensei 2: wah mereka baik sekali, berjiwa besar.
(pas giliran taksi gw muter dy ngeliat si abang taksi ngasih duit ke tu pa ogah)
sensei 2: loh loh loh dia diberi uang?
gw: iya karena memang dari situ penghasilannya
sensei 2: berapa tadi dia diberi?
gw: 500rupiah sensei
sensei 2: wah setiap satu mobil memberi satu rupiah, biasanya mobil yang berputar disini berapa banyak anisa?
gw: hmm ribuan mungkin tiap harinya sensei
sensei 2: waaahh sugooii, (sambil ngitung) 500x1000= 500ribu setiap harinya? sungguh pekerjaan yang baik
(mulai deh otak bisnisya)
sensei 1: lalu kenapa bapak supir ini menjadi supir taksi tidak menjadi seperti orang itu kan uangnya banyak?
gw: ngga ngerti sensei, tanya aja sendiri (mulai males jawabinnya)
sensei 1: (dengan muka serius) kalau begitu lain kali akan saya pikirkan pekerjaan itu, mungkin dapat membantu perekonomian saya
gw: (SERIUS LOH!)
Thursday, October 20, 2011
Wednesday, October 19, 2011
untukmu yang merasa sendiri karena ditinggalkan
sadarilah bahwa untuk beberapa saat engkau akan berlaku agak aneh
yaitu bahwa merasa engkau hanya sendiri di dalam hidup ini
dan bahwa dunia ini kosong dari apapun yang bisa menggembirakanmu
cobalah ingat betapa cerianya engkau dulu
sebelum dia datang dan membuatmu jatuh cinta kepadanya
bukankah dulu engkau mampu untuk hidup mandiri
dan bebas untuk bergembira dimanapun dan dengan siapapun?
apakah dia demikian hebatnya?
sampai-sampai engkau berlaku menistakan nikmat Tuhan yang amat sangat luas ini
jangan sampai engkau ditanya:
... Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS: Ar- Rahman 55)
jangan sampai engkau tidak mendapatkan yang tidak baik bagimu sekarang
dan membatalkan kepantasanmu untuk mendapatkan belahan jiwa yang sesuai bagimu jika engkau baik bersikap
apakah sesungguhnya engkau sedang menistakan rencana Tuhan bagi jiwa yang lebih baik?
karena engkau tak kunjung membijak kehilangan yang tidak baik
... Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS: Ar- Rahman 55)
sudah. lupakanlah dia
dulu engkau berbahagia tidak mengenalnya,
dan engkau bisa tetap berbahagia setelah pernah mengenalnya
perlakukanlah dia sebagai orang yang pernah kau cintai
seperti keikhlasanmu menerima semua kehilanganmu selama ini
pantaskah dirimu bagi belahan jiwa yang lebih baik
sesungguhnya,
keindahan yang kau dapat, sesuai dengan keindahan yang kau upayakan
-Mario Teguh-
yaitu bahwa merasa engkau hanya sendiri di dalam hidup ini
dan bahwa dunia ini kosong dari apapun yang bisa menggembirakanmu
cobalah ingat betapa cerianya engkau dulu
sebelum dia datang dan membuatmu jatuh cinta kepadanya
bukankah dulu engkau mampu untuk hidup mandiri
dan bebas untuk bergembira dimanapun dan dengan siapapun?
apakah dia demikian hebatnya?
sampai-sampai engkau berlaku menistakan nikmat Tuhan yang amat sangat luas ini
jangan sampai engkau ditanya:
... Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS: Ar- Rahman 55)
jangan sampai engkau tidak mendapatkan yang tidak baik bagimu sekarang
dan membatalkan kepantasanmu untuk mendapatkan belahan jiwa yang sesuai bagimu jika engkau baik bersikap
apakah sesungguhnya engkau sedang menistakan rencana Tuhan bagi jiwa yang lebih baik?
karena engkau tak kunjung membijak kehilangan yang tidak baik
... Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS: Ar- Rahman 55)
sudah. lupakanlah dia
dulu engkau berbahagia tidak mengenalnya,
dan engkau bisa tetap berbahagia setelah pernah mengenalnya
perlakukanlah dia sebagai orang yang pernah kau cintai
seperti keikhlasanmu menerima semua kehilanganmu selama ini
pantaskah dirimu bagi belahan jiwa yang lebih baik
sesungguhnya,
keindahan yang kau dapat, sesuai dengan keindahan yang kau upayakan
-Mario Teguh-
Thursday, September 15, 2011
aku dan kata
Ketika sebagian besar dari mereka memilih untuk keluar rumah
Menikmati malam ini dengan begitu indah, menghabiskan waktu untuk melepas lelah
Seolah melarikan diri dari segala masalah
Tapi tidak denganku, aku memilih diam disini
Didalam kotak segi empat yang tidak seberapa besar
Duduk berhadapan intim dengan sebuah layar lipat
Dengan tatapan mata yang hampir tak berkedip
Dengan jari-jemari yang dengan penuh birahi menari di atas huruf-huruf romaji
Sudah lama aku menanti saat-saat seperti ini
Bercinta dengan kata, bercumbu dengan imaji
Bagai menembus batas semua terasa sunyi
Satu persatu kata masuk ke dalam kepalaku, berputar-putar di dalam otakku, hingga akhirnya berhenti dan mencekik peredaran darahku
Kata-kata itu seakan menghidupkan kembali, nyawaku yang sekian lama mati
Mati dan tak berfungsi
Kini ku mencoba menghadirkannya kembali, membiarkannya menyatu dengan hati
Berdenyut mengikuti irama nadi dan merasuk ke dalam diri
Kini aku merasakan lagi, betapa nyata gairah imaji, terhanyut dalam emosi
Ketika itu waktu terasa berhenti, seakan membiarkan otak terus mengeksplorasi
Hingga akhirnya semua tersaji, hanya inilah yang dapat ku beri
Rangkaian kata yang bertaut asa
Mewakili isi di dalam dada
Wednesday, September 14, 2011
Menunggu tidak akan membuatnya datang
Ia tidak seperti saudara, teman, ataupun kekasih
Yang begitu mencintai kita hingga akan datang tanpa kita minta
Ia juga tidak seperti jalangkung yang katanya “datang tak dijemput pulang tak diantar”
Bagiku ia sangat manja, butuh kerja keras untuk mendatangkannya
Percayalah, ia tidak akan datang sendiri, menghampiri ketika kita sedang depresi
Sepertinya ia juga tidak memiliki rasa belas kasih
Apa karena mungkin ia memang tidak diciptakan untuk itu?
Entahlah,
Sering kali ia menyakitiku, membuat hatiku terluka, menangis
Bahkan parahnya ingin mengakhiri hidup ini
Tapi apa aku benci?
TIDAK
Semakin ia menyakitiku, semakin aku mencintainya
Semakin ia menjauh, berusaha keras aku mengejarnya
Tapi apa aku bosan?
TIDAK
Tidak peduli mereka yang bilang aku keras kepala, tidak peduli mereka bilang aku memaksa
Tapi memang ia, satu-satunya yang akan ku kejar seumur hidupku
Apapun yang terjadi
Ia adalah impianku, masa depan, juga cita-citaku
Peluk salam hangat untuk ketiganya, aku membutuhkan kalian
<3 <3
Yang begitu mencintai kita hingga akan datang tanpa kita minta
Ia juga tidak seperti jalangkung yang katanya “datang tak dijemput pulang tak diantar”
Bagiku ia sangat manja, butuh kerja keras untuk mendatangkannya
Percayalah, ia tidak akan datang sendiri, menghampiri ketika kita sedang depresi
Sepertinya ia juga tidak memiliki rasa belas kasih
Apa karena mungkin ia memang tidak diciptakan untuk itu?
Entahlah,
Sering kali ia menyakitiku, membuat hatiku terluka, menangis
Bahkan parahnya ingin mengakhiri hidup ini
Tapi apa aku benci?
TIDAK
Semakin ia menyakitiku, semakin aku mencintainya
Semakin ia menjauh, berusaha keras aku mengejarnya
Tapi apa aku bosan?
TIDAK
Tidak peduli mereka yang bilang aku keras kepala, tidak peduli mereka bilang aku memaksa
Tapi memang ia, satu-satunya yang akan ku kejar seumur hidupku
Apapun yang terjadi
Ia adalah impianku, masa depan, juga cita-citaku
Peluk salam hangat untuk ketiganya, aku membutuhkan kalian
<3 <3
Tuesday, August 23, 2011
23 Ramadhan, 1432 H
Allahumma inni a'udzubika min qalbin la yakhsyau wa min du'ain la yusmau wa nafsin la tasybau wa min ilmin la yanfau
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat"
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
ketika itu tanggal 23 Ramadhan, 1432 H pukul 02.00 dini hari, di Masjid At-Tin TMII, di tengah-tengah i'tikafku sebelum semua jamaah bergegas mengambil wudhu untuk segera melaksanakan qiyamul lail berjamaah, sejenak ia memanggilku dan memberikan buku kecil yang bertuliskan "panduan i'tikaf" di halaman depannya.
aku tidak terlalu menanggapi serius akan hal itu, namun ia meninggalkan sebuah pesan sebelum aku berhasil menggenggam buku kecil itu. "Baca yang udah ditandain ya!". aku mengambil buku itu dan bergegas kembali masuk ke dalam masjid. sesampainya di dalam, aku buka, aku baca, dan aku pahami maknanya. tak lupa aku kaitkan isi dari Hadist tersebut dengan kehidupanku.
ya, aku mengerti. aku paham maksudnya. terimakasih begitu memperhatikanku, terimakasih atas sayang yang begitu besar. akan terus ku baca dan semoga dapat ku amalkan. Barakallah
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat"
(HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
ketika itu tanggal 23 Ramadhan, 1432 H pukul 02.00 dini hari, di Masjid At-Tin TMII, di tengah-tengah i'tikafku sebelum semua jamaah bergegas mengambil wudhu untuk segera melaksanakan qiyamul lail berjamaah, sejenak ia memanggilku dan memberikan buku kecil yang bertuliskan "panduan i'tikaf" di halaman depannya.
aku tidak terlalu menanggapi serius akan hal itu, namun ia meninggalkan sebuah pesan sebelum aku berhasil menggenggam buku kecil itu. "Baca yang udah ditandain ya!". aku mengambil buku itu dan bergegas kembali masuk ke dalam masjid. sesampainya di dalam, aku buka, aku baca, dan aku pahami maknanya. tak lupa aku kaitkan isi dari Hadist tersebut dengan kehidupanku.
ya, aku mengerti. aku paham maksudnya. terimakasih begitu memperhatikanku, terimakasih atas sayang yang begitu besar. akan terus ku baca dan semoga dapat ku amalkan. Barakallah
Thursday, July 28, 2011
LULUSSSS MAAAKKKK!!!!
5 tahun gw mengenyam bangku kuliah (amazing bgt kan?). Bukan cuma lelah, jenuh, peluh yang dirasa. Tugas, pelajaran, ujian itu udah jadi makanan sehari-hari. Apalagi kuliah gw bahasa Jepang yang bener-bener mengandalkan otak untuk menghafal, disini logika kurang bermain tapi daya ingat lebih dipertajam. Cape-secape capenya, tulisan-tulisan keriting bak benang kusut tiap hari memenuhi buku yang gw pelajari, kalah deh tulisan keriting yang ada di Al-Qur’an. Budaya Jepang yang begitu melekat dalam serangkaian kuliah gw, harus nunduk setiap ketemu dosen, ngomong sesopan-sopannya, ga boleh sampe salah dalam pengucapan baik ngomong langsung, telepon, sampe sms pun sering banget bikin gw ribet bet bet! Pernah suatu saat gw mau sms dosen, sampe ada temen gw nanya “nis, itu sms dr tadi diliatin aja, send lah!” gw: “bentar, gw lagi merhatiin nih takut ada yg salah kata-katanya” . Dan itu udah jadi kebiasaan gw kalo mau sms dosen, yaa paling ngga 4-5 menit lah buat ngecek sms -_-
Sungguh serangkaian proses perjuangan yang tak mudah bukaaann??
Dari kuliah, seminar, hingga sampai pada titik dimana gw berada di pintu skripsi. Tadinya gw sempet mikir, “skripsi tuh sebenernya buat apa sih? Neliti bahasa yang gw juga ngga tau fungsinya buat apa. Abis bahasa itu diteliti, dibikin dalam bentuk paper, trs diperiksa, trs ditaro di perpus dan dibiarkan saja bagai seonggok barang tak berguna” awalnya sih gw mikir gitu, maklum awam. Saking awamnya gw sampe ngga tau gimana cara bikin skripsi, gimana langkah2nya, gimana penulisannya, apa aja yg harus ada di dalamnya. “Bingung kan?” sama kalo gitu.
Makanya ada mata kuliah yang namanya Metode Penelitian Linguistik, disitu kita diajarin banget cara-cara ngebuat karya ilmiah, trus ditambah lagi ada seminar, makin dimatengin lagi pengetahuan kita tentang skripsi.
Berhubung gw juga bukan mahasiswa yang bego2 amat, jadi dari serangkaian proses pengenalan itu yaa bisa lah kebayang kaya gimana cara bikin skripsi itu. Tapi herannya ketika gw sodorkan judul untuk memulai meneliti hal yang menurut gw menarik, dengan indahnya judul yang gw kasih ditolak, dengan alasan terlalu dangkal, terlalu mudah dan tidak layak untuk diteliti.
Kaya orang lagi terbang tinggi, trs dari atas ada yang mentung trs jatoh lagi deh kebawah.
Yang kaya gitu ngga gw alamin sekali dua kali, pas judul ketiga yang gw kasih (itu juga judul atas rekomendasi mbak SONDANG), cuma dengan sedikit pengharapan karena semangat gw udah terlanjur di ujung tanduk. Tak kusangka dan tak ku duga *lebay* judul gw di ACC sama bapak Nandang Rahmat., M.A., Ph.D tercintah!! Oh I love you so much bapak!! Alhamdulillahnya semangat gw up lagi. Sampe nunggu gw dapet pembimbing gw cicil skripsweet gw dengan penuh pengharapan dan tetes darah keringat Kristal *lebaylagi*. Dan beberapa hari kemudian keluarlah nama-nama pembimbing gw. Pembimbing 1: Isye Herawati., M.Hum. Pembimbing 2: Nandang Rahmat., M.A., Ph.D . Kalo boleh jujur gw adalah segelintir orang yang beruntung bisa dapet 2 pembimbing yang katanya baiknya bak malaikat. Dibanding beberapa temen gw yang harus dapet pembimbing yang kumisnya lebih sangar dari macan, ada lagi dosen yang kayanya doyan banget makan cabe rawit soalnya mulutnya pedes banget, ada lagi yang hobi banget ngupas bawang, soalnya katanya beberapa mahasiswa yang keluar dari ruangannya suka pada nangis (disuruh ngupas bawang mungkin). Tapi yasudahlah nikmati saja kenikmatan yang diberikan Allah yang tiada tara ini.
Hari demi hari gw habiskan di kamar, di depan laptop, dengan buku-buku berserakan, dan beberapa cemilan yang bisa biking w tahan ngantuk untuk beberapa jam. Atau cuma duduk diperpus seharian, melototin buku2 yang mungkin usianya jauh lebih tua dari umur gw. Ya begitulah kerjaan gw selama setahun belakangan, jangan heran yaa klo gw mendadak dodol semenjak ngerjain skripsi >.<
Skripsi jalan, semangat jalan, tapi ko? Ada yang ngga jalan, hmmm…
Awalnya gw ngerasa semuanya baik-baik aja, judul di ACC, bab 1 serahin, seminggu kemudian revisi langsung keluar. Tapi ko makin kesini makin ngga beres ya?
Segalanya diombang-ambing, ngga jarang gw diterlantarin dosen, sms ngga dibales, klo nemuin dikampus beliau Cuma bilang “aduh anissa nanti dulu ya, ibu lagi ngurus ujian”. 3 minggu mungkin skripsi gw cuma ditumpuk dimejanya, ngejar-ngejar ke rumahnya percuma dy juga ngga pernah dirumah, ahirnya nekat gw titipin aja skripsi gw sama pembantu dirumahnya, dengan besar harapan skripsi gw ngga dibikin bungkus cabe atau corat-coretan anaknya dirumah.
Mungkin kedengerannya lebay, tapi sungguh ngga sekali-dua kali gw dibuat seneng, nangis (paling sering), marah, sampe bingung gara-gara skripsi indah itu.
Gw seneng karena jujur dalam hal skripsi gw memang agak selangkah lebih maju dibanding temen-temen gw, entah karena gwnya yang kerajinan ngerjain terus, karena gw beruntung dapet pembimbing yang baik atau karena temen-temen gwnya yg pada santai? Ga ngertilah…
Nangis! Sering banget gw dibikin nangis sama skripsi, indra saksinya, mungkin dy udh bosen banget kali ya liat gw nangis gara-gara skripsi. Pernah suatu saat, gw sambil baca buku Jepang sambil nangis, entah dy ngeledek atau bener-bener ngga tau dengan polosnya dy nanya “emang bukunya sedih ya?”. Alhasil makin nangislah gw. Ya gw terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di hari esok, padahal harusnya gw jalanin aja apa yang bisa gw jalanin pada hari itu. Sering banget indra bilang “emang yang nentuin jalan hidup itu kamu? Kita kan Cuma bisa berusaha, klo ternyata ngga sesuai dengan apa yang kita harapkan ya berarti emang udah jalannya”. Dan abis itu gw ngerjain lagi skripsi gw, dengan mata masih berair. Gw memang terlalu takut, takut ngecewain mamah papah, terlalu takut skripsi ngga bisa selesai semester ini. Terlalu takut harus minta uang untuk semester selanjutnya. Terlalu banyak hal yang gw takutin yang justru malah bikin skripsi gw bukannya jalan malah mandek.
Sering banget gw dibikin marah sama dosen, kenapa mereka kadang ngga ngerti dan ngga mikirin bagaimana kita berusaha untuk bisa menyelesaikan itu dengan lebih cepat. Tapi kadang pikiran gw tentang itu selalu gw singkirin. Yah mungkin memang mereka lagi sibuk, banyak juga yang harus diurus, toh mereka memang bukan ngurusin kita seorang kan.
Tapi disitulah indahnya
Disitu gw mengetahui jauh lebih dalam karakteristik teman-teman seperjuangan gw, ada yang peduli, ada yang cuek, ada yang mikirin diri sendiri, ada yang selalu dan selalu nyemangatin temen, ada yang blah bloh hahahah pokonya kocak! Seneng!
Hampir satu semester gw ngurus skripsi itu dengan lelah, sampai beberapa minggu batas penyerahan skripsi gw masih juga ngutak-atik bab 3, pesimis bukan kepalang. Cari-cari bala bantuan teman, semuanya juga lagi pada pusing sama skripsinya masing-masing. Untung ada senpai waktu di UI yang alamakjang baiknya setengah idup mau bantuin gw dengan segala deadline yang agak ngga masuk akal. Om ryan namanya, dia bantu gw nerjemahin seabrek data yang gw sendiri udah bener-bener ngga mikirin data itu, ngga mikirin itu data bener atau ngga, ngga mikirin itu tulisannya banyak yang salah. Udah keburu pusing sama revision yang juga deadline >.< “ampun om ryan maafkan saya”. Mungkin kalo ngga ada dy apa kabar ya skripsi gw?
Paling berasa waktu H-2minggu, gw baru mau mulai revisi bab 3 dan mulai ngerjain bab 4. 2 minggu memilukan itu sering banget bikin gw kaya org tolol sedunia, mendadak blah bloh, makan ngga bener, jadi sering sakit2 walau cuma pusing-pusing sama sakit perut yaa karena kecapean kali ya.
Sampe hari H gw agak ragu skripsi gw bakal diterima buat bisa sidang di gelombang semester ini. Gw pesimis, bahkan sampe om ryan pun ikutan sedih hahahah karena dy juga ikut dalam perjuangan ini kali ya.. yang ada di otak gw “Hallooo next semesteeerr!!” “Halloooo 2jutaaaa!!” “Halloooo wisuda November”
Tapi apaaaa? Apaaaa??? Seseorang temen gw Diah namanya sms gw gini “nis, tadi aku abis dr jurusan, aku denger bu isye ngomong sama bu riza, itu anissa udah selesai tinggal synopsis, daftarin aja dulu ngga papa, nanti sambil jalan sinopsisnya”. Itu posisi gw lagi di bis otw mau ke kampus, rasanya gw mau mukul pundak supir damri nyuruh ngebut biar gw cepet-cepet sampe kampus. Sampe dikampus gw memastikan berita baik itu, dan ternyata benaaaarrrr \(^o^)/
Langsung gw temuin ketua program gw, dy bilang “yaudah sok aja, tapi batasnya sampe siang ini ya jam 2, sensei masih ada urusan lagi” dengan semangat 45’ atau bahkan lebih, gw lari kesana lari kesini, ngeprint ini ngeprint itu, ngejar pembimbing yang udah kaya artis, makin dikejar makin lari, tau aja dy gw mau minta tanda-tangan, padahal gw ngga minta foto lho! Udah jam 1, pembimbing masih pada nguji sidang anak D3 unpad. Mereka ngga keluar-keluar, gw nunggu sampe keringet dingin, bulak balik udah kaya setrikaan, muka acakadul, waktu udah tinggal satu jam lagi. Sampe akhirnya gw ngeliat satu dosen keluar dari ruang sidang pertanda sidang udah selesai. Dengan cantiknya gw lari-lari trs diri di depan nunggu pembimbing keluar dan minta tanda-tangan. Eits, bukan langsung tiba-tiba gw bisa minta tanda-tangan, karena beliau kan tau sebenernya skripsi gw belum rampung betul. Dengan sedikit rayuan gombal dan jurus memelas, gw bilang “sensei sebenernya skripsi saya sudah selesai, semuanya juga sudah dicek sama ibu isye, dan katanya sudah layak, synopsis katanya bisa menyusul, sambil menunggu sidang saya bisa bimbingan dirumah” yah begitulah kira-kira kurang lebihnya jurus gw. Itu jurus yang gw kasih ke Pak Nandang. Nah yang gw kasih ke bu isye juga sama Cuma aja isinya dibalik, hahahahah agak culas sih yaa.. bodo amat!!!
Dengan muka agak meragu, namun akhirnya di tanda tanganin juga lembar pengesahan gw! YEEESSSSS!!!! Jadi deh gw sidang bulan juliii \(^o^)/
Detik detik terahir itu emang menegangkan yaa ternyata, kalo aja gw lewat beberapa menit, mungkin ga jadi deh gw bs sidang juli (T.T)
SIDANG 21 JULI 2011
Gw udah bangun dari pagi-pagi buta, sempet tahajud minta dilancarin semuanya, udah minta doa sama mamah papah kaka dan seeemuuaaa temen2. Solat subuh masih doa komat-kamit dari A-Z gw minta semuanya sama Allah. Abis itu gw ngga tidur lagi, baca-baca skripsi siapa tau ada yang nyantol.
Jam 7 gw udah rapi, udah mandi udah cantik dengan baju hitam putih, dan dengan segala perlengkapan perangnya! HAHAHAHAHAH
Gw kekampus dianter indra, dy nemenin perjalanan sidang gw dari awal hingga akhir, walaupun sempet ngabur sebentar, dy sempetin motret gw dan teman-teman :* (thankies).
Kita yang gelombang sidang hari itu semuanya ada 8 orang, semuanya sama2 deg2an sama2 nervous sama2 takut sama2 ketar-ketir. Gw, nona, dan uni dapet paket special 2 kali sidang (ya nasiiibb) karena salah satu penguji dan pembimbing kita ada yang ngga bisa nyidangin kita jam 1 nanti. Jadi duluan lah jam 10 kita sidang perorangan. Giliran pertama nona, dy didalem bs sampe ½ jam. Alhasil gw yg nunggu giliran berikutnya diluar dag dig dug suara jantung udah kaya suara bedug pas idul kurban. Gw masuk dan duduk di kursi panas, pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan bpk Nandang yang terhormat dengan indahnya, dan wallahualam gw jg ngga ngerti semua jawaban keluar dari mulut gw dengan lancarnya. (semua pasti karena doa dari orang2 yang saying sama gw) terimakasih ya Allah. Ga terasa udah aja gitu sidang kelar, pas gw keluar ruangan untuk manggil uni gw liat masa dy nangis, lah gw bingung, gw Tanya “lah un kenapa nangis? Masuk tuh udh ditungguin” dy sambil ngelap air mata “huhuu uni terharu” sambil ngeloyor masuk ruangan pak nandang.
Jam 1. kita semua dipanggil masuk ruang sidang, belom apa2 kaki gw udah gemeteran, di dalem ruang sidang ada 9 orang dosen pak yuyu, pak jonjon, pak agus, pak maman, bu isye, bu riza, bu niniek, bu elly, bu tini. Yah pingsan beneran deh ini mah gue! Sebelum mulai sidang kita dikasih pengarahan tentang peraturan dan tata cara sidang. Dan setelah semua mengerti kita semua keluar dan barulah dimulai detik detik paling menegangkan dalam hidup *lagi2lebay*. Satu-satu dipanggil ke dalem ruang sidang, kita ngga ada yang tau kita dapet urutan nomor berapa. Yang jelas keluar dari ruang sidang rata2 mukanya pucet semua, suram, madesu, aakkhhhh!!!
Pertama uni masuk, setengah jam setelah itu dy keluar dengan muka penyesalan, berasa kaya nyawanya ketinggalan didalem. Kedua nona masuk, keluar dy emosi, katanya didalem diketawain sama dosen pas ngga bisa jawab. Ketiga deina, trs ema, lanjut mbak nawang, abis itu diah, laaahhh gue kapaaannn?? Udah tinggal 2 orang, gw sama icha yang belom dipanggil, ah pasrah ini sih dapet terakhir nih kayanya gw. Ternyata abis diah gw dapet giliran.
Sebelu masuk ruang sidang gw baca robbisrohlii sesuai dengan anjuran mama, gw senyum dan ngga lupa salam sesuai dengan anjuran buyung (senior gw), gw didalem tenang dan santai (sesuai dengan anjuran indra) dan gw juga ngga ngerti kenapa waktu berasa cepet banget, tiba2 bel yang ketiga udah bunyi tanda sidang buat gw udah selesai. Hah?
gw lupa apa aja yang penguji gw tanyain di dalem ruang sidang, yang jelas yang gw inget gw bisa ngejawab semua pertanyaan itu dengan senyum, bahkan terkesan cengengesan, sampe penguji gw bingung dan ketawa sendiri hahahah (entahlah) itupun ngga biasanya gw bs kaya gitu.
Sampe semuanya selesai kita semua dipanggil ke dalem ruangan buat dikasih tau nilai kita, dan heyhooooooooo masa gw dapet A lhoooo!!! Mau loncat dari lantai 2 rasanya, dan yg dapet nilai A dari keseluruhan itu Cuma 2 org, gw sama mbak nawang. yaAllah berkat apa lagi yang engkau limpahkan kepadaku. Setelah pemberitahuan nilai, ada beberapa sambutan dari dosen. Bagian ini nih yang bikin gw sedih, tiba2 pa agus bilang “selamat untuk kalian yang telah menjalankan sidang dengan amat baik, semoga ilmu yang didapat selama di universitas dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, semoga kalian dapat membanggakan almamater unpad seperti kalian membanggakannya saat ini. Saya perwakilan dari seluruh dosen memohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengajaran, sesungguhnya kami melakukan itu untuk kemajuan saudari sekalian, salam untuk orang tua dirumah, semangat terus dan tetap berjuang”. Kurang lebih begitulah yang di ucap pak agus, entah kenapa air mata gw mendadak mau netes. Abis itu selesai semuanya kita salam2an sama semua dosen, sempet foto sebentar walau ngga bisa sama semuanya karena ada beberapa yang harus buru2 pulang.
Setelah serangkaian meneganggkan itu usai, kita ber8 ngga lupa buat foto-foto sebentar, mungkin bisa jadi itu jadi kenangan terakhir kita setelah ini. karena pasti setelah ini kita bakal sibuk masing-masing.
Itu selesai kita pulang dan mengurus segala kebutuhan untuk wisuda tanggal 9 agustus nanti, entah ngga kebayang perasaan gw saat ini. Seneng pasti, bangga jelas, tapi untuk membuat orang tua bangga masih banyak yang harus gw lakukan, perjalanan dan perjuangan gw masih panjang. Bahkan bisa dibilang kehidupan yang sebenarnya baru akan dimulai. WELCOME TO THE REAL WORLD, semoga gw bisa ngejalanin semua2nya dengan baik, dengan lancar. Amin
Sekian


Sungguh serangkaian proses perjuangan yang tak mudah bukaaann??
Dari kuliah, seminar, hingga sampai pada titik dimana gw berada di pintu skripsi. Tadinya gw sempet mikir, “skripsi tuh sebenernya buat apa sih? Neliti bahasa yang gw juga ngga tau fungsinya buat apa. Abis bahasa itu diteliti, dibikin dalam bentuk paper, trs diperiksa, trs ditaro di perpus dan dibiarkan saja bagai seonggok barang tak berguna” awalnya sih gw mikir gitu, maklum awam. Saking awamnya gw sampe ngga tau gimana cara bikin skripsi, gimana langkah2nya, gimana penulisannya, apa aja yg harus ada di dalamnya. “Bingung kan?” sama kalo gitu.
Makanya ada mata kuliah yang namanya Metode Penelitian Linguistik, disitu kita diajarin banget cara-cara ngebuat karya ilmiah, trus ditambah lagi ada seminar, makin dimatengin lagi pengetahuan kita tentang skripsi.
Berhubung gw juga bukan mahasiswa yang bego2 amat, jadi dari serangkaian proses pengenalan itu yaa bisa lah kebayang kaya gimana cara bikin skripsi itu. Tapi herannya ketika gw sodorkan judul untuk memulai meneliti hal yang menurut gw menarik, dengan indahnya judul yang gw kasih ditolak, dengan alasan terlalu dangkal, terlalu mudah dan tidak layak untuk diteliti.
Kaya orang lagi terbang tinggi, trs dari atas ada yang mentung trs jatoh lagi deh kebawah.
Yang kaya gitu ngga gw alamin sekali dua kali, pas judul ketiga yang gw kasih (itu juga judul atas rekomendasi mbak SONDANG), cuma dengan sedikit pengharapan karena semangat gw udah terlanjur di ujung tanduk. Tak kusangka dan tak ku duga *lebay* judul gw di ACC sama bapak Nandang Rahmat., M.A., Ph.D tercintah!! Oh I love you so much bapak!! Alhamdulillahnya semangat gw up lagi. Sampe nunggu gw dapet pembimbing gw cicil skripsweet gw dengan penuh pengharapan dan tetes darah keringat Kristal *lebaylagi*. Dan beberapa hari kemudian keluarlah nama-nama pembimbing gw. Pembimbing 1: Isye Herawati., M.Hum. Pembimbing 2: Nandang Rahmat., M.A., Ph.D . Kalo boleh jujur gw adalah segelintir orang yang beruntung bisa dapet 2 pembimbing yang katanya baiknya bak malaikat. Dibanding beberapa temen gw yang harus dapet pembimbing yang kumisnya lebih sangar dari macan, ada lagi dosen yang kayanya doyan banget makan cabe rawit soalnya mulutnya pedes banget, ada lagi yang hobi banget ngupas bawang, soalnya katanya beberapa mahasiswa yang keluar dari ruangannya suka pada nangis (disuruh ngupas bawang mungkin). Tapi yasudahlah nikmati saja kenikmatan yang diberikan Allah yang tiada tara ini.
Hari demi hari gw habiskan di kamar, di depan laptop, dengan buku-buku berserakan, dan beberapa cemilan yang bisa biking w tahan ngantuk untuk beberapa jam. Atau cuma duduk diperpus seharian, melototin buku2 yang mungkin usianya jauh lebih tua dari umur gw. Ya begitulah kerjaan gw selama setahun belakangan, jangan heran yaa klo gw mendadak dodol semenjak ngerjain skripsi >.<
Skripsi jalan, semangat jalan, tapi ko? Ada yang ngga jalan, hmmm…
Awalnya gw ngerasa semuanya baik-baik aja, judul di ACC, bab 1 serahin, seminggu kemudian revisi langsung keluar. Tapi ko makin kesini makin ngga beres ya?
Segalanya diombang-ambing, ngga jarang gw diterlantarin dosen, sms ngga dibales, klo nemuin dikampus beliau Cuma bilang “aduh anissa nanti dulu ya, ibu lagi ngurus ujian”. 3 minggu mungkin skripsi gw cuma ditumpuk dimejanya, ngejar-ngejar ke rumahnya percuma dy juga ngga pernah dirumah, ahirnya nekat gw titipin aja skripsi gw sama pembantu dirumahnya, dengan besar harapan skripsi gw ngga dibikin bungkus cabe atau corat-coretan anaknya dirumah.
Mungkin kedengerannya lebay, tapi sungguh ngga sekali-dua kali gw dibuat seneng, nangis (paling sering), marah, sampe bingung gara-gara skripsi indah itu.
Gw seneng karena jujur dalam hal skripsi gw memang agak selangkah lebih maju dibanding temen-temen gw, entah karena gwnya yang kerajinan ngerjain terus, karena gw beruntung dapet pembimbing yang baik atau karena temen-temen gwnya yg pada santai? Ga ngertilah…
Nangis! Sering banget gw dibikin nangis sama skripsi, indra saksinya, mungkin dy udh bosen banget kali ya liat gw nangis gara-gara skripsi. Pernah suatu saat, gw sambil baca buku Jepang sambil nangis, entah dy ngeledek atau bener-bener ngga tau dengan polosnya dy nanya “emang bukunya sedih ya?”. Alhasil makin nangislah gw. Ya gw terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di hari esok, padahal harusnya gw jalanin aja apa yang bisa gw jalanin pada hari itu. Sering banget indra bilang “emang yang nentuin jalan hidup itu kamu? Kita kan Cuma bisa berusaha, klo ternyata ngga sesuai dengan apa yang kita harapkan ya berarti emang udah jalannya”. Dan abis itu gw ngerjain lagi skripsi gw, dengan mata masih berair. Gw memang terlalu takut, takut ngecewain mamah papah, terlalu takut skripsi ngga bisa selesai semester ini. Terlalu takut harus minta uang untuk semester selanjutnya. Terlalu banyak hal yang gw takutin yang justru malah bikin skripsi gw bukannya jalan malah mandek.
Sering banget gw dibikin marah sama dosen, kenapa mereka kadang ngga ngerti dan ngga mikirin bagaimana kita berusaha untuk bisa menyelesaikan itu dengan lebih cepat. Tapi kadang pikiran gw tentang itu selalu gw singkirin. Yah mungkin memang mereka lagi sibuk, banyak juga yang harus diurus, toh mereka memang bukan ngurusin kita seorang kan.
Tapi disitulah indahnya
Disitu gw mengetahui jauh lebih dalam karakteristik teman-teman seperjuangan gw, ada yang peduli, ada yang cuek, ada yang mikirin diri sendiri, ada yang selalu dan selalu nyemangatin temen, ada yang blah bloh hahahah pokonya kocak! Seneng!
Hampir satu semester gw ngurus skripsi itu dengan lelah, sampai beberapa minggu batas penyerahan skripsi gw masih juga ngutak-atik bab 3, pesimis bukan kepalang. Cari-cari bala bantuan teman, semuanya juga lagi pada pusing sama skripsinya masing-masing. Untung ada senpai waktu di UI yang alamakjang baiknya setengah idup mau bantuin gw dengan segala deadline yang agak ngga masuk akal. Om ryan namanya, dia bantu gw nerjemahin seabrek data yang gw sendiri udah bener-bener ngga mikirin data itu, ngga mikirin itu data bener atau ngga, ngga mikirin itu tulisannya banyak yang salah. Udah keburu pusing sama revision yang juga deadline >.< “ampun om ryan maafkan saya”. Mungkin kalo ngga ada dy apa kabar ya skripsi gw?
Paling berasa waktu H-2minggu, gw baru mau mulai revisi bab 3 dan mulai ngerjain bab 4. 2 minggu memilukan itu sering banget bikin gw kaya org tolol sedunia, mendadak blah bloh, makan ngga bener, jadi sering sakit2 walau cuma pusing-pusing sama sakit perut yaa karena kecapean kali ya.
Sampe hari H gw agak ragu skripsi gw bakal diterima buat bisa sidang di gelombang semester ini. Gw pesimis, bahkan sampe om ryan pun ikutan sedih hahahah karena dy juga ikut dalam perjuangan ini kali ya.. yang ada di otak gw “Hallooo next semesteeerr!!” “Halloooo 2jutaaaa!!” “Halloooo wisuda November”
Tapi apaaaa? Apaaaa??? Seseorang temen gw Diah namanya sms gw gini “nis, tadi aku abis dr jurusan, aku denger bu isye ngomong sama bu riza, itu anissa udah selesai tinggal synopsis, daftarin aja dulu ngga papa, nanti sambil jalan sinopsisnya”. Itu posisi gw lagi di bis otw mau ke kampus, rasanya gw mau mukul pundak supir damri nyuruh ngebut biar gw cepet-cepet sampe kampus. Sampe dikampus gw memastikan berita baik itu, dan ternyata benaaaarrrr \(^o^)/
Langsung gw temuin ketua program gw, dy bilang “yaudah sok aja, tapi batasnya sampe siang ini ya jam 2, sensei masih ada urusan lagi” dengan semangat 45’ atau bahkan lebih, gw lari kesana lari kesini, ngeprint ini ngeprint itu, ngejar pembimbing yang udah kaya artis, makin dikejar makin lari, tau aja dy gw mau minta tanda-tangan, padahal gw ngga minta foto lho! Udah jam 1, pembimbing masih pada nguji sidang anak D3 unpad. Mereka ngga keluar-keluar, gw nunggu sampe keringet dingin, bulak balik udah kaya setrikaan, muka acakadul, waktu udah tinggal satu jam lagi. Sampe akhirnya gw ngeliat satu dosen keluar dari ruang sidang pertanda sidang udah selesai. Dengan cantiknya gw lari-lari trs diri di depan nunggu pembimbing keluar dan minta tanda-tangan. Eits, bukan langsung tiba-tiba gw bisa minta tanda-tangan, karena beliau kan tau sebenernya skripsi gw belum rampung betul. Dengan sedikit rayuan gombal dan jurus memelas, gw bilang “sensei sebenernya skripsi saya sudah selesai, semuanya juga sudah dicek sama ibu isye, dan katanya sudah layak, synopsis katanya bisa menyusul, sambil menunggu sidang saya bisa bimbingan dirumah” yah begitulah kira-kira kurang lebihnya jurus gw. Itu jurus yang gw kasih ke Pak Nandang. Nah yang gw kasih ke bu isye juga sama Cuma aja isinya dibalik, hahahahah agak culas sih yaa.. bodo amat!!!
Dengan muka agak meragu, namun akhirnya di tanda tanganin juga lembar pengesahan gw! YEEESSSSS!!!! Jadi deh gw sidang bulan juliii \(^o^)/
Detik detik terahir itu emang menegangkan yaa ternyata, kalo aja gw lewat beberapa menit, mungkin ga jadi deh gw bs sidang juli (T.T)
SIDANG 21 JULI 2011
Gw udah bangun dari pagi-pagi buta, sempet tahajud minta dilancarin semuanya, udah minta doa sama mamah papah kaka dan seeemuuaaa temen2. Solat subuh masih doa komat-kamit dari A-Z gw minta semuanya sama Allah. Abis itu gw ngga tidur lagi, baca-baca skripsi siapa tau ada yang nyantol.
Jam 7 gw udah rapi, udah mandi udah cantik dengan baju hitam putih, dan dengan segala perlengkapan perangnya! HAHAHAHAHAH
Gw kekampus dianter indra, dy nemenin perjalanan sidang gw dari awal hingga akhir, walaupun sempet ngabur sebentar, dy sempetin motret gw dan teman-teman :* (thankies).
Kita yang gelombang sidang hari itu semuanya ada 8 orang, semuanya sama2 deg2an sama2 nervous sama2 takut sama2 ketar-ketir. Gw, nona, dan uni dapet paket special 2 kali sidang (ya nasiiibb) karena salah satu penguji dan pembimbing kita ada yang ngga bisa nyidangin kita jam 1 nanti. Jadi duluan lah jam 10 kita sidang perorangan. Giliran pertama nona, dy didalem bs sampe ½ jam. Alhasil gw yg nunggu giliran berikutnya diluar dag dig dug suara jantung udah kaya suara bedug pas idul kurban. Gw masuk dan duduk di kursi panas, pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan bpk Nandang yang terhormat dengan indahnya, dan wallahualam gw jg ngga ngerti semua jawaban keluar dari mulut gw dengan lancarnya. (semua pasti karena doa dari orang2 yang saying sama gw) terimakasih ya Allah. Ga terasa udah aja gitu sidang kelar, pas gw keluar ruangan untuk manggil uni gw liat masa dy nangis, lah gw bingung, gw Tanya “lah un kenapa nangis? Masuk tuh udh ditungguin” dy sambil ngelap air mata “huhuu uni terharu” sambil ngeloyor masuk ruangan pak nandang.
Jam 1. kita semua dipanggil masuk ruang sidang, belom apa2 kaki gw udah gemeteran, di dalem ruang sidang ada 9 orang dosen pak yuyu, pak jonjon, pak agus, pak maman, bu isye, bu riza, bu niniek, bu elly, bu tini. Yah pingsan beneran deh ini mah gue! Sebelum mulai sidang kita dikasih pengarahan tentang peraturan dan tata cara sidang. Dan setelah semua mengerti kita semua keluar dan barulah dimulai detik detik paling menegangkan dalam hidup *lagi2lebay*. Satu-satu dipanggil ke dalem ruang sidang, kita ngga ada yang tau kita dapet urutan nomor berapa. Yang jelas keluar dari ruang sidang rata2 mukanya pucet semua, suram, madesu, aakkhhhh!!!
Pertama uni masuk, setengah jam setelah itu dy keluar dengan muka penyesalan, berasa kaya nyawanya ketinggalan didalem. Kedua nona masuk, keluar dy emosi, katanya didalem diketawain sama dosen pas ngga bisa jawab. Ketiga deina, trs ema, lanjut mbak nawang, abis itu diah, laaahhh gue kapaaannn?? Udah tinggal 2 orang, gw sama icha yang belom dipanggil, ah pasrah ini sih dapet terakhir nih kayanya gw. Ternyata abis diah gw dapet giliran.
Sebelu masuk ruang sidang gw baca robbisrohlii sesuai dengan anjuran mama, gw senyum dan ngga lupa salam sesuai dengan anjuran buyung (senior gw), gw didalem tenang dan santai (sesuai dengan anjuran indra) dan gw juga ngga ngerti kenapa waktu berasa cepet banget, tiba2 bel yang ketiga udah bunyi tanda sidang buat gw udah selesai. Hah?
gw lupa apa aja yang penguji gw tanyain di dalem ruang sidang, yang jelas yang gw inget gw bisa ngejawab semua pertanyaan itu dengan senyum, bahkan terkesan cengengesan, sampe penguji gw bingung dan ketawa sendiri hahahah (entahlah) itupun ngga biasanya gw bs kaya gitu.
Sampe semuanya selesai kita semua dipanggil ke dalem ruangan buat dikasih tau nilai kita, dan heyhooooooooo masa gw dapet A lhoooo!!! Mau loncat dari lantai 2 rasanya, dan yg dapet nilai A dari keseluruhan itu Cuma 2 org, gw sama mbak nawang. yaAllah berkat apa lagi yang engkau limpahkan kepadaku. Setelah pemberitahuan nilai, ada beberapa sambutan dari dosen. Bagian ini nih yang bikin gw sedih, tiba2 pa agus bilang “selamat untuk kalian yang telah menjalankan sidang dengan amat baik, semoga ilmu yang didapat selama di universitas dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, semoga kalian dapat membanggakan almamater unpad seperti kalian membanggakannya saat ini. Saya perwakilan dari seluruh dosen memohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengajaran, sesungguhnya kami melakukan itu untuk kemajuan saudari sekalian, salam untuk orang tua dirumah, semangat terus dan tetap berjuang”. Kurang lebih begitulah yang di ucap pak agus, entah kenapa air mata gw mendadak mau netes. Abis itu selesai semuanya kita salam2an sama semua dosen, sempet foto sebentar walau ngga bisa sama semuanya karena ada beberapa yang harus buru2 pulang.
Setelah serangkaian meneganggkan itu usai, kita ber8 ngga lupa buat foto-foto sebentar, mungkin bisa jadi itu jadi kenangan terakhir kita setelah ini. karena pasti setelah ini kita bakal sibuk masing-masing.
Itu selesai kita pulang dan mengurus segala kebutuhan untuk wisuda tanggal 9 agustus nanti, entah ngga kebayang perasaan gw saat ini. Seneng pasti, bangga jelas, tapi untuk membuat orang tua bangga masih banyak yang harus gw lakukan, perjalanan dan perjuangan gw masih panjang. Bahkan bisa dibilang kehidupan yang sebenarnya baru akan dimulai. WELCOME TO THE REAL WORLD, semoga gw bisa ngejalanin semua2nya dengan baik, dengan lancar. Amin
Sekian


Friday, May 27, 2011
Sungguh tak mudah menjadi aku
Berdiri selalu di belakangmu
berusaha membantu agar kau tetap maju
Namun usahamu ternyata hanya sampai disitu
Kau selalu dan selalu mengingat masa lalumu
terbersit, ingin sekali tetap ku bantu
namun nampaknya kini ku tak lagi mampu
Dahulu
Mungkin aku selalu ada, aku pastikan aku ada
dimanapun aku sedia
Tapi kini tidak lagi
aku tak sanggup berbohong lagi
Karena aku bukan belati yang tak punya hati
Friday, May 13, 2011
Teruntuk seorang teman…
Aku memang tidak seperti mereka yang selalu mendukung berdiri dibelakangmu dalam keadaan apapun bahkan dalam keadaan kau salah sekalipun.
Aku tidak bisa lembut seperti mereka yang selalu memanggilmu dengan sebutan yang menyenangkan. Namun ku tau tidak dengan cara itu aku tunjukan rasa sayangku.
Aku tidak bisa berikanmu apapun yang kau inginkan. Tapi aku berusaha untuk bisa memberikan apa yang kau butuhkan.
Aku sering hilang bukan karena aku jenuh, aku hanya tidak sanggup mengikuti gaya hidupmu yang menurutku tak terjangkau.
Sering kali kau meninggalkan aku untuk bersenang-senang dengan yang lain, aku biarkan. Namun betapa sedihnya aku ketika melihat kau begitu terbuai.
Suatu ketika kau bertanya mengapa aku pergi, aku hanya ingin sesekali kau belajar menyelesaikan masalahmu sendiri.
Kini aku hanya bisa menunggu, menunggumu hingga kau menyadari betapa aku selalu di sini.
Aku hanya ingin kau tau,
Lain caraku menunjukan betapa aku peduli.
Aku tidak bisa lembut seperti mereka yang selalu memanggilmu dengan sebutan yang menyenangkan. Namun ku tau tidak dengan cara itu aku tunjukan rasa sayangku.
Aku tidak bisa berikanmu apapun yang kau inginkan. Tapi aku berusaha untuk bisa memberikan apa yang kau butuhkan.
Aku sering hilang bukan karena aku jenuh, aku hanya tidak sanggup mengikuti gaya hidupmu yang menurutku tak terjangkau.
Sering kali kau meninggalkan aku untuk bersenang-senang dengan yang lain, aku biarkan. Namun betapa sedihnya aku ketika melihat kau begitu terbuai.
Suatu ketika kau bertanya mengapa aku pergi, aku hanya ingin sesekali kau belajar menyelesaikan masalahmu sendiri.
Kini aku hanya bisa menunggu, menunggumu hingga kau menyadari betapa aku selalu di sini.
Aku hanya ingin kau tau,
Lain caraku menunjukan betapa aku peduli.
Subscribe to:
Posts (Atom)
You can buy everything but can you buy happiness? -Deddy Corbuzier
Apologizing doesn't mean you're right or wrong, it just means you value your relationship more than your ego. -Kami Garcia ♥ ♥
praying can make you stop doing wrong, or doing wrong can stop you from praying, Choose!!! -Revrunwisdom


