16, 17, 18 oktober 2011
semua percakapan dibawah menggunakan bahasa jepang
sensei 1 : Endo Yumiko (P)
sensei 2 : Ohigata Katsuhiro (L)
lagi di origami resto
setelah semuanya kenyang tapi masih ngga rela buat ninggalin tempat itu (secara mahal jd ngga mau rugi)
sensei 1: anisa sebenarnya saya kenyang, tapi saya masih mau makan.
gw : yaudah sensei tdk usah terburu-buru masih banyak makanan yg belum dicoba
sensei 1: yasudah saya mau cari buah dulu ya (sambil jalan ke meja buah)
(pas balik sambil nunjukin buah yg diambil dia nanya)
sensei 1: anisa ini buah apa? bagaimana cara makannya
gw: itu namanya markisa sensei, dibelah dua aja trs langsung dimakan isinya.
sensei 1: hoo (sambil ngeja) mar-ki-sa (sambil ngebelah markisanya)
lalu ini dimakan? semuanya?
gw: (udah mulai agak males) iya sensei dimakan semuanya.
sensei 1: semuanya?
gw: (muka BT)
sensei 1: (sambil ngeliatin buahnya) ini dimasukan, lalu bijinya bagaimana?
gw: (bt langsung ngambil tu buah nyontohin makan) nah seperti ini, dimakan semua
sensei 1: kamu lucu masa ada buah bijinya dimakan, ya tidak bisa dong,
gw: ya memang begitu makannya sensei (mulai naik darah)
sensei 1: sudah ah saya malas makan ini, buahnya terlalu sedikit, banyakan bijinya
(naro itu buah di atas piring bekas makan)
gw: (dalem hati: klo gitu ngapain diambil senseeeiii >:O udah cape2 meragain)
---------------------------------------------------------------------------------------------
sensei 1: nisa, bisa kamu ajak saya ke tempat yang menyenangkan sekitar sini?
gw : maunya yang kaya gimana sensei?
sensei 1: hmm apa aja deh tp saya mau minum2 nih, kamu tau tempat minum sekitar sini?
gw : krn saya ngga minum jadi saya ngga gitu ngerti sensei tempat minum disekitar sini, tp klo sensei mau yang praktis disini banyak seven eleven ko
sensei 1: (Ngakak geli banget) kamu lucu sekali, berrcanda terus
gw: hah saya ngga bercanda sensei, di seven eleven itu banyak minuman ada bir bintang, heineken, macem-macem.
sensei 1: kamu serius? (makin ketawa geli) menurut kamu saya akan minum di seven eleven? saya minum disana dan lalu siswa saya melihat saya duduk di depan sevel sambil memegang botol bir dengan kaki diangkat? (masih ketawa)
(baru tersadar klo tawaran gue itu ternyta konyol banget)
gw: (sambil cengar-cengir) ya maap sensei kan saya ngga tau :p
semenjak kejadian itu tiap ngeliat gue dy selalu bilang "mau ke seven eleven?" siyal --___--
-------------------------------------------------------------------------------------------
sensei 1: anissa, apa kamu lapar?
gw: iya sensei tadi belum makan siang.
sensei 1: bagaimana kalau kita cari makan
gw: boleh sensei, mau makan yang kaya gimana?
sensei 1: saya apa sajalah, kamu juga kan? eh tapi apa kamu makan babi?
gw: oh ngga sensei, saya ngga makan babi.
sensei 1: oh baik kalau begitu makan apa saja yg tidak ada babinya, tp kamu cuma tidak makan babi kan?
gw: sebenernya sama anjing sih sensei
sensei 1: (NGAKAK SEGELI2NYA) kamu lucu, lagian mana ada orang makan anjing?
gw: (dlm hati: ini siapa yg bego sih sebenernya) sebenernya orang indonesia ada beberapa yang makan anjing sih sensei, biasanya di acara2 tertentu.
sensei 1: sudah ah kamu bercanda terus, saya lelah tertawa. mari kita makan (sambil ninggalin gw)
gw: (dlm hati, GW SERIUS NYONG!!) --___--
---------------------------------------------------------------------------
di dalem taksi, posisi lagi cari jalan buat balik arah
sensei 2: anissa, orang itu sedang apa?
gw: dy orang yang suka bantu2 mobil buat puter arah sensei, biar ngga macet.
sensei 2: apa dia polisi?
gw: bukan sensei orang biasa
sensei 2: wah mereka baik sekali, berjiwa besar.
(pas giliran taksi gw muter dy ngeliat si abang taksi ngasih duit ke tu pa ogah)
sensei 2: loh loh loh dia diberi uang?
gw: iya karena memang dari situ penghasilannya
sensei 2: berapa tadi dia diberi?
gw: 500rupiah sensei
sensei 2: wah setiap satu mobil memberi satu rupiah, biasanya mobil yang berputar disini berapa banyak anisa?
gw: hmm ribuan mungkin tiap harinya sensei
sensei 2: waaahh sugooii, (sambil ngitung) 500x1000= 500ribu setiap harinya? sungguh pekerjaan yang baik
(mulai deh otak bisnisya)
sensei 1: lalu kenapa bapak supir ini menjadi supir taksi tidak menjadi seperti orang itu kan uangnya banyak?
gw: ngga ngerti sensei, tanya aja sendiri (mulai males jawabinnya)
sensei 1: (dengan muka serius) kalau begitu lain kali akan saya pikirkan pekerjaan itu, mungkin dapat membantu perekonomian saya
gw: (SERIUS LOH!)
No comments:
Post a Comment