Friday, May 27, 2011



Sungguh tak mudah menjadi aku
Berdiri selalu di belakangmu
berusaha membantu agar kau tetap maju
Namun usahamu ternyata hanya sampai disitu
Kau selalu dan selalu mengingat masa lalumu
terbersit, ingin sekali tetap ku bantu
namun nampaknya kini ku tak lagi mampu
Dahulu
Mungkin aku selalu ada, aku pastikan aku ada
dimanapun aku sedia
Tapi kini tidak lagi
aku tak sanggup berbohong lagi
Karena aku bukan belati yang tak punya hati

Friday, May 13, 2011

Teruntuk seorang teman…

Aku memang tidak seperti mereka yang selalu mendukung berdiri dibelakangmu dalam keadaan apapun bahkan dalam keadaan kau salah sekalipun.

Aku tidak bisa lembut seperti mereka yang selalu memanggilmu dengan sebutan yang menyenangkan. Namun ku tau tidak dengan cara itu aku tunjukan rasa sayangku.

Aku tidak bisa berikanmu apapun yang kau inginkan. Tapi aku berusaha untuk bisa memberikan apa yang kau butuhkan.

Aku sering hilang bukan karena aku jenuh, aku hanya tidak sanggup mengikuti gaya hidupmu yang menurutku tak terjangkau.

Sering kali kau meninggalkan aku untuk bersenang-senang dengan yang lain, aku biarkan. Namun betapa sedihnya aku ketika melihat kau begitu terbuai.

Suatu ketika kau bertanya mengapa aku pergi, aku hanya ingin sesekali kau belajar menyelesaikan masalahmu sendiri.

Kini aku hanya bisa menunggu, menunggumu hingga kau menyadari betapa aku selalu di sini.

Aku hanya ingin kau tau,
Lain caraku menunjukan betapa aku peduli.

Thursday, March 17, 2011

Berbeda dan akhirnya sama

Mereka berbeda latar belakang, berbeda suku, berbeda bahasa walau kian hari kian biasa, lebih sulitnya ketika mereka jauh berbeda dari segi cara pandang, ya terang berbeda karena dari mereka satu pria dan satunya lagi wanita. Dari sekian banyak perbedaan yang ada, ternyata masih ada satu yang sama. Mereka berada dalam satu masalah yang sama “terjebak masa lalu” . Masa lalu yang membuatnya harus segera beranjak dan melesat maju. Dan seiring waktu berlalu, terus membantu mereka melaju, tidak pernah ada harap untuk yang satu itu, semuanya hanya mengikuti, mengikuti laju yang kian hari kian tak menentu. Hingga datang dimana waktu yang dengan keajaibannya mencoba membawa mereka menjadi satu.

PERNYATAAN DAN PERTANYAAN DUA-DUANYA MENYEDIHKAN

Di waktu yang bisa dibilang memasuki semester sepuluh ini (apa sepuluh?) iya bener sepuluh (malu sendiri ngomongnya). Ya tapi apa boleh dikata memang begitu adanya tiga tahun di D3 ditambah hampir dua tahun di ekstensi bikin gw yang semakin menua ini sedikit banyak muak dengan yang namanya kuliah.

Sering cape denger PERTANYAAN “nisa udah kerja?” “kerja dimana?” “oh masih kuliah?” “udah skripsi?” “loh, emangnya sekarang semester berapa sih?”. Dimana ya gw bisa hidup dengan tanpa adanya pertanyaan-pertanyaan itu? Mungkin sebenernya pertanyaan-pertanyaan itu sih biasa aja, tapi lama kelamaan ko gerah juga ya?

Ditambah Papah yang sepertinya amat berharap gw bisa segera lulus. Ketika diawal semester ini seperti biasa gw minta uang bayaran kost (yang dibayar per 6bulan) dan uang semester sepuluh ini (boleh ngga ya sepuluhnya ngga usah disebut -_-). Papah yang biasanya selalu memberi uang sambil sedikit melontarkan wejangan dengan suaranya yang agak lirih “Sa, yang fokus ya, jangan tengok kanan kiri, ngga usah aneh-aneh, nanti kalo udah sukses mau apa aja bisa” entah kenapa di awal semester ini mengeluarkan kata-kata yang berbeda “Ini uang bayaran (kost dan kuliah) yang terakhir kan?”. Dengan sedikit kaget gw reflect bilang “iya” bener-bener cuma IYA, ngga ada kata-kata lain yang keluar.

Sedangkan dengan amat sadarnya gw ketahui gw NGGA akan bisa lulus semester ini karena masih ada satu mata kuliah yang ngga lulus dan mau ngga mau harus di SP di liburan semester ini, sedangkan kalau mau lulus semester ini harus kejar target skripsi sidang bulan juli supaya bisa lulus bulan agustus. Gimana bisa? Wong SP aja adanya di bulan agustus-september.
Setiap hari setiap waktu cuma itu yang ada dipikiran gw. Gimana caranya bilang sama papah yang sepertinya sudah terlanjur menaruh harap. Sebelum semuanya benar-benar mengecewakan.

Monday, February 28, 2011

Dibalik bunga yang layu ada waktu menunggu

Mewah, harum, merah merona
Sungguh deskripsi yang bahkan tidak dapat menggambarkan keindahannya
Menonjol, menyilaukan setiap mata yang melewatinya
Bukan karena tidak ada bunga lain
Namun sungguh karena yang satu itu sanggat istimewa
Tidak sedikit dari mereka berusaha meraihnya
Mencoba menjangkaunya dengan berbagai cara
Bukan karena tidak usaha, tapi mereka putus asa
Terlalu jauh, terlalu sulit bahkan seperti tidak mungkin
Ya, ia berada tepat di bibir jurang
Hampir di dinding-dinding tebing itu ia bertandang
Sehari, seminggu, sebulan ia masih berada disana
Dengan indah dengan harumnya
Setahun, dua tahun, tiga tahun, mengapa ia melayu
Heran melihatnya dengan kelopak yang satu persatu mulai berguguran
Daun yang biasanya selalu menghiasi pun kini menghilang
Siapa merusaknya, siapa mengganggunya, siapa berani melakukannya
Tidak ada satupun yang berani menjawab
Tidak ada yang menjawab
Sekali lagi siapa yang berani menghisapnya hingga tak sedikitpun madu tersisa
Siapa… siapaaaa…
“aku”
Terdengar gaungan suara dari atas
“ya, aku” kata sang waktu


-----------------------------------------------------------------------


“jangan berbangga dengan segala keistimewaan yang kita miliki, cepat atau lambat waktu akan mengambil semuanya”

Sunday, February 27, 2011

???



Ketika siapa bingung harus kemana
Ingin bertanya, namun tak tahu bagaimana caranya
Namun sesekali ia coba melontarkan kata
"Saya dimana, itu suara apa"
Bahkan tidak ada satupun yang dapat menjawab pertanyaannya
Yang ada hanya gaungan suaranya yang menggema
Apakah mereka tidak mengerti bahasa
Atau memang enggan berbicara
"Tolonglah"
Saya tidak dapat melihat, di tempat yang terlalu gelap gulita
Bahkan saya sulit bernafas, tempat ini terlalu sesak
Seperti kotak sempit tanpa udara yang juga kedap suara
Beberapa kali saya mencoba melangkah seperti ada yang menahannya
Namun sontak semua terbuka, ketika datang sesosok tak dikenal
Memberikan beberapa pertanyaan yang sungguh tak bisa mulut ini menjawabnya
Dan tak dapat dipercaya ketika saya mendapatkan indera ini berbicara
Menjawab satu persatu setiap pertanyaan yang dilontarkannya
Sehingga membuatnya bisa pergi dengan segera
Sesaat saya tertegun, terdiam dan membisu
Mencoba berfikir keras apa yang sedang terjadi
Dan ketika saya sadari, benar, saya tiada bernyawa lagi

Thursday, January 27, 2011

ekspedisi satu minggu 'bandung-jogja-solo-surabaya-madura'

Sesuatu yang sedikitpun tidak pernah terbayang ternyata menjadi seminggu yang sangat mencengangkan. Indah perjalanan tak dapat dilukiskan semuanya hanya terekam, masuk kedalam ingatan. Terimakasih teman telah membawaku kedalam pengalaman yg mungkin tidak akan aku dapatkan dimana2, terimakasih telah memberiku banyak pelajaran, terimakasih telah memperlakukanku layaknya seorang kawan. Ekspedisi satu minggu yang begitu banyak menghasilkan, dari pengalaman pelajaran hingga perasaan. Tak lupa keceriaan, kelelahan, kebingungan sampai perdebatan semuanya jadi saksi betapa berwarnanya perjalanan ini. Memang ini yang pertama namun ku berharap bukanlah jadi yang terakhir. Semoga moment2 dibawah ini bisa terus bersemayam didalam benak kita semua hingga mungkin kita tidak lagi bersama :(

-------------------------

Kangen banget masa2 duduk di kursi kesakitan (red: bangku kereta ekonomi) berjam2 yang bisa bikin pinggang kita encok ketika turun

Kangen banget pas makan nasi kucing dan tanpa sengaja ketemu bapak2 peramal yg ahirnya ngeramal tentang kehidupan dan percintaan kita #edisijogja

Kangen banget pas jalan2 dikeraton, pas aan sang ketua kkn yg dikenal serius tiba2 ngajak naik kereta2an odong2, agak shock tp yaudah deh ikutin aja haha, apalagi pas masuk rmh hantu sm inin indra, dan best momentnya pas ngeliat inin nangis ga jd masuk malah keluar lg #edisijogja

Kangen banget pas kita coba2 ngelewatin beringin kembar dgn ditutup mata dan trnyata ga ada yg bs jalan lurus kecuali aan (katanya sih berarti orang suci) hehe #edisijogja

Kangen banget pas kita muter2 cm mau cari jalan dari keraton ke alun2 dan ternyata kata mbak dewi kita dibawa 'piiipp' keder #edisijogja

Kangen banget jalan2 autis berduaan sama indra disepanjang jalan malioboro trs gw ditarik2 suruh jalan cepet krn mata gw jelalatan selalu berhenti bwt ngeliat setiap barang2 unik yg ada :( #edisijogja

Kangen banget tidur umpel2an dihotel melati yg ukurannya ga seberapa dan bangunannya yg udh kaya rumah hantu #edisijogja

Kangen banget saat2 perut kekocok nonton inin sama indra klo udah main ceng2an trs yg lain ikutan memperkeruh jd panjang deh ga berenti2 ketawa

Kangen banget banget pas sesi curhat malam dan bisa bikin muka ketua kkn merah merona krn malu kartu AS'nya kebuka (kapan lagi) ;p #edisisolo

Kangen banget pas ketawa2 ngomongin body si teteh yg aduhai yg bikin kita cw2 jd nghayal bs kaya dy (penyakit kronis wanita klo udah ngumpul) #edisisolo

Kangen banget pas bulak balik sampe gempor belanja ini itu dan hampir bikin gw sama indra mabok batik pas keluar pasar klewer #edisisolo

Kangen banget main hipnotis2an sama citra dan alat hipnotisnya kaos kaki inin yg baunya bs bikin org satu gerbong kereta pingsan semua #edisisolo

Kangen banget ngeliat pongo2nya rangga yg diem2 suka ngeluarin lawakan2 nyeleneh secara tiba2

Kangen banget pas nungguin pagi di stasiun gubeng udah kaya anak ilang dgn tas2 yg segede alaihim #edisisurabaya

Kangen banget pas duduk2 ngampar di trotoar depan stasiun gubeng krn ngga tau gmn nasib transportasi buat ke madura #edisisurabaya

Kangen banget pas norak kegirangan krn baru pertama kali naik kapal feri #edisimadura

Kangen banget pas girang setengah mati udah kaya anak ga pernah ketemu air, krn saking bagusnya pantai madura #edisimadura

Kangen banget pas liat muka pongonya inin tidur pojok dekat jendela belakang mobil dengan mulut terbuka SANGAT LEBAR bikin gw penasaran mau masuk ke mulutnya, siapa tau nemuin sesuatu #edisimadura

Kangen banget pas nontonin aan citra dan teteh debat tentang jurnalisme perang gara2 abis ngeliat ada reporter yg salah ngomong (tambah ilmu dikit :) )#edisimadura

Kangen banget pas bs nonton 4 episode sinetron secara live, sedih sesedih sedihnya (T.T)

Kangen banget ngomongin kelakuan anak2 cowo yg narsisnya melebihi anak2 cw, kerjaannya foto2 terus -_-'


Dan masih banyak lagi moment2 yg ga mungkin bs ditulis satu persatu, semoga ini bisa jadi kenangan yg tak akan pernah dilupakan...

Salam ♥ ♥

Tuesday, August 31, 2010

something like candy


did you ever know why i called you candy?
because i always need you when im bored, i need you when im sad, i need you when im happy
you're like something sweet and can make me smile, ya always smile.

7th year, and i do need you more and more,

did you know why i called you candy?
because without you, i don't know how pathetic my life

but where are you now
i can't see the sweet smiles, sweet cares
i can't see you

don't ever go away
i need you like a candy,
sweet candy,
like you
You can buy everything but can you buy happiness? -Deddy Corbuzier
Apologizing doesn't mean you're right or wrong, it just means you value your relationship more than your ego. -Kami Garcia ♥ ♥
praying can make you stop doing wrong, or doing wrong can stop you from praying, Choose!!! -Revrunwisdom