Mewah, harum, merah merona
Sungguh deskripsi yang bahkan tidak dapat menggambarkan keindahannya
Menonjol, menyilaukan setiap mata yang melewatinya
Bukan karena tidak ada bunga lain
Namun sungguh karena yang satu itu sanggat istimewa
Tidak sedikit dari mereka berusaha meraihnya
Mencoba menjangkaunya dengan berbagai cara
Bukan karena tidak usaha, tapi mereka putus asa
Terlalu jauh, terlalu sulit bahkan seperti tidak mungkin
Ya, ia berada tepat di bibir jurang
Hampir di dinding-dinding tebing itu ia bertandang
Sehari, seminggu, sebulan ia masih berada disana
Dengan indah dengan harumnya
Setahun, dua tahun, tiga tahun, mengapa ia melayu
Heran melihatnya dengan kelopak yang satu persatu mulai berguguran
Daun yang biasanya selalu menghiasi pun kini menghilang
Siapa merusaknya, siapa mengganggunya, siapa berani melakukannya
Tidak ada satupun yang berani menjawab
Tidak ada yang menjawab
Sekali lagi siapa yang berani menghisapnya hingga tak sedikitpun madu tersisa
Siapa… siapaaaa…
“aku”
Terdengar gaungan suara dari atas
“ya, aku” kata sang waktu
-----------------------------------------------------------------------
“jangan berbangga dengan segala keistimewaan yang kita miliki, cepat atau lambat waktu akan mengambil semuanya”
No comments:
Post a Comment