Kau bilang bukan pula karena tak setia
Kau juga bilang bukan sebab kita berbeda
Tapi ini tentang tiga huruf
Tiga huruf yang terus menerus membelenggu hingga selalu
terjadi ketidak sinkronan antara kita
Kau bilang aku kritis
Kau bilang aku egois
Kau bilang aku sering menerobos norma-norma yang tak semestinya ku terobos
Aku diam
Kau bilang bagaimanapun wanita harus tetap pada kodratnya
Kau bilang wanita berego tinggi itu bahaya
Kau juga bilang nuraniku sering kalah dengan isi kepala
Aku tetap diam
Namun ketika kau bilang tak bisa lagi teruskan semuanya
Sungguh aku ingin bicara
Walau mulut ini sulit terbuka
Aku ingin katakan bukan itu jalan keluarnya, bukan itu
penyelesaiannya
Tapi aku tetap diam
Hanya ada air mata
Ungkapan bahwa bukan itu harapku sebenarnya
Ungkapan bahwa bukan itu harapku sebenarnya
Dulu,
Ketika ku tau kau tidak seperti yang ku harapkan, bagiku
tak apa
Ketika ku pikir ku tak bisa membantumu, ternyata aku bisa
Ketika ku tau begitu besar sayangmu padanya, aku berlagak tak tau apa-apa
Ketika begitu sering kau curahkan kegalauan tentangnya, akupun terima
Ketika banyaknya hal yang berputar diotakmu sehingga tak ada
tempat untuk namaku, aku terus usaha
Lalu ini kau sebut apa?
Hanya tuhan dan kau yang tau, apa benar aku bermakna...
No comments:
Post a Comment