kau yang dulu ku sebut cinta
yang ku tau selalu terasa indahnya
namun kini semua entah kemana
rasa itupun berubah warna
sungguh kau yang ingin rasanya ku peluk
dengan penuh dendam memabuk
perasaan hati kian berkecamuk
karena rasa itu kian menusuk
kau yang disana
yang membalas rasa dengan kecewa
tiada lagi banyak kata
sungguh kau satu-satunya yang ingin ku peluk dan ku tusuk
No comments:
Post a Comment