sangat repot
teramat repot
tapi itulah obsesi mama sejak dulu, ia sering kali menghayal memiliki sebuah rumah makan atau jika boleh berkhayal lebih jauh lagi mungkin ia ingin memiliki sebuah restoran.
setiap kali aku jalan bersamanya matanya tidak pernah fokus ke jalan, selalu menoreh ke kanan dan ke kiri, bukan melihat keadaan jalanan melainkan mencari papan yang bertuliskan (RUKO DIJUAL).
sungguh aku tidak mengada-ngada bahkan suatu ketika ia mengendarai mobil ia hampir saja mencelakakan dirinya karena melihat sebuah tulisan itu di sudut kiri jalan.
hingga ahirnya aku minta untuk berhenti sejenak dan menulis nomor telefon yang tertera dipapan itu. itu terjadi berulang kali.
namun memang mungkin belum waktunya
karena beberapa alasan itu selalu tertunda
namun impian itu tidak pernah pupus, tidak pernah habis dimakan waktu,
hingga datanglah suatu hari
mama menemukan apa yang ia dambakan
RUKO DENGAN HARGA MURAH!!!!
mungkin memang sudah waktunya
Allah melihat kegigihannya
Allah berikan itu padanya
dengan sedikit negosiasi akhirnya mama mendapatkannya
walau sedikit membujuk papa
namun papa selalu seperti itu
banyak bicara toh akhirnya luluh juga
beberapa minggu belakangan mama sibuk sekali
bulak balik kesana kemari
setiap ku tanya "cari apa lagi si mah?"
dia cuma jawab dengan nada lelah "masih banyak"
itulah mama
mengerjakan sesuatu tidak pernah setengah-setengah
semua yang dibutuhkannya dicarinya
bahkan yang enurut kita tidak perlu ia selalu siap sedia
itulah mama
terkadang agak keras kepala
tapi demi apa yang diinginkannya ia selalu berusaha
baru saja tadi
kami sekeluarga mulai merapikannya
rumah makan yang tidak terlalu besar
dengan dua sekat ruang makan dan dapur
yaaa lumayan cukup menguras tenaga
sejak pagi tadi hingga sore ini
ternyata tidak semudah yang kami bayangkan
satu persatu kami pulang melarikan diri
tapi mama?
ia masih asyik disana
merapikan apa yang masih bisa dirapikan
sempat ada kekhawatiran dipikarnku
aku takut ia kelelahan dan jatuh sakit
menjelang senja ia pulang
aku bayangkan wajahnya yang kelelahan
apakah ia sudah makan?
tapi ternyata....
ia pulang dengan membawa senyuman
senyuman kebahagiaan
atau mungkin kemenangan
aku merasakannya
biarlah, biar ia merasakan jerih payahnya selama ini
ia memang sudah seharusnya mendapatkan
apa yang selama ini dia idam-idamkan

selamat mama
kami selalu mendukungmu, dalam setiap keinginanmu
walau selalu dengan caramu
aku tau kau ingin maju
selamat mama
aku bangga padamu :)

LOVE MAMA :)
No comments:
Post a Comment